Mufti Anam: Indonesia bisa bangkit dari pandemi dengan 4 pilar kebangsaan

Sabtu, 30 Juli 2022 | 09:17 WIB ET

PASURUAN – Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam kembali menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, pada 29 Juli 2022. Mufti mengatakan, 4 pilar kebangsaan menjadi modal sosial bagi bangsa Indonesia untuk bisa bangkit dari pandemi Covid-19.

Menurut Mufti, 4 pilar kebangsaan terasa semakin relevan untuk menyongsong pemulihan ekonomi dan menangani pandemi Covid-19. 

Indonesia memiliki empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang luar biasa. Konsolidasi empat pilar ini pertama kali dilakukan oleh Almarhum Taufiq Kiemas saat beliau menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2009-2014.

Empat pilar kebangsaan yang dimaksud adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di tengah tantangan pandemi dan pemulihan ekonomi saat ini, 4 pilar kebangsaan menjadi terasa semakin relevan dan kita butuhkan,” ujar Mufti Anam.

Dia memaparkan, salah satu dari empat pilar itu adalah Pancasila yang merupakan ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia, pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945. “Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri,” jelasnya.

Intisari Pancasila, sambung Mufti, adalah gotong royong. Hanya dengan gotong royong, bangsa ini mengakselerasi pemulihan ekonomi rakyat.

“Coba tengok tetangga kanan dan kiri, jangan sampai ada yang kesusahan, atau bahkan tak bisa makan. Mari saling bantu,” kata Mufi. 

Tak lupa, Mufti mengajak warga untuk selalu menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama. ”Meski berbeda agama, meski berbeda suku; kita berada dalam satu rumah besar: Indonesia tercinta. Kalau kita bertengkar karena beda agama, negara tidak akan bisa maju, daerah kita tidak akan bisa maju,” ujarnya.

Bagikan artikel ini: