Ekspor Juni tembus US$26 miliar, ini penopangnya

Jum'at, 15 Juli 2022 | 19:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan laporan nilai ekspor Indonesia pada Juni 2022 tercatat US$26,09 miliar, naik 21,30% dibanding bulan Mei 2022 (month to month). Adapun, jika dibandingkan Juni 2021, ekspor Juni 2022 meningkat 40,68%.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, kenaikan nilai ekspor ditopang oleh ekspor non migas dan migas yang masing-masing meningkat 41,89% dan 23,68%. Ekspor nonmigas Juni 2022 mencapai US$24,56 miliar, naik 22,71% dibanding Mei 2022, dan naik 41,89% dibanding ekspor nonmigas Juni 2021.

"Bulan Juni dibanding dengan tahun lalu [year on year] ekspor kita meningkat 40,68%. Jika dilihat non migasnya meningkat 41,89%, sedangkan migasnya meningkat 23,68%," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers virtual, di Jakarta, Jumat (15/7/2022).

Peningkatan ekspor nonmigas ditunjang oleh lemak minyak hewan nabati atau produk yang berasal dari minyak sawit (CPO). BPS mencatat ada 5 produk yang ekspornya meningkat pada Juni 2022. Di antaranya lemak dan minyak hewan nabati (HS 15), kendaraan dan bagiannya (HS 87), bahan bakar mineral (HS27), alas kaki (HS 64) serta pakaian dan aksesorisnya (HS 62).

"Lemak dan minyak hewan nabati di bulan Juni tahun 2022 dibandingkan bulan Mei 2022 meningkat US$2,54 miliar atau naik 300,66 persen," ujarnya.

Dia mengatakan, untuk negara tujuan ekspor HS 15 utamanya adalah ke Tiongkok, Pakistan dan India. Selanjutnya, Margo mengatakan ada juga 5 komoditas yang mengalami penurunan ekspor pada Juni 2022 dibandingkan Mei 2022 yaitu besi dan baja (HS 72); tembaga dan barang daripadanya (HS 74); kapal, perahu , dan struktur terapung (HS 89); bahan kimia organik (HS 29), dan bahan kimia anorganik (HS 28).

Sementara itu, ekspor nonmigas Juni 2022 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$5,09 miliar, disusul India US$2,53 miliar, dan Amerika Serikat US$2,46 miliar. Kontribusi ketiganya mencapai 41,06%. "Ekspor ke Asean dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$5,08 miliar dan US$1,68 miliar," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: