IKAPPI nilai pemerintah gagal jaga stabilitas harga pangan pada Idul Adha

Selasa, 12 Juli 2022 | 18:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian gagal menjaga stabilitas harga pangan di Hari Raya Idul Adha. Hal itu seiring dengan masih banyak komoditas yang mengalami kenaikan.

Dia merinci sudah hampir satu bulan cabai rawit dan beberapa jenis cabai masih dijual dengan harga tinggi. Seperti cabai rawit merah tembus di angka Rp 115.000/kg bahkan sudah tembus Rp 130.000/kg, termasuk bawang merah tembus di angka Rp70.000/kg bahkan para pedagang ada yang menjual Rp 75.000/kg.

"Ini bukti bahwa tidak ada upaya konkret dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian dalam menjaga stabilitas pangan menjelang dan sesudah Idul Adha," kata Abdullah dalam keterangannya, Selasa (12/7/2022).

Dia mengklaim dua komoditas tersebut tidak mendapatkan penanganan maksimal dari dua kementerian tersebut. Karena itu dia terus mengingatkan pemerintah agar menjaga harga pangan lebih stabil usai Lebaran.

"Kita tahu kenaikan dua komoditas tersebut sudah terjadi hampir satu bulan penuh, dan kami ingatkan untuk menjaga stabilitasnya beberapa bulan lalu, IKAPPI meminta kepada Kementerian Perdagangan dan Pertanian untuk kembali menjaga pasokan paskah Idul Adha," ungkapnya.

Abdullah menuturkan, ada beberapa komoditas lain yang cukup rawan mengalami kenaikan yaitu tomat, kentang, sayur mayur, ayam dan beberapa komoditas lain juga terpantau mengalami kenaikan. Dia merasa pemerintah tidak serius dalam melakukan penanganan.

"Maka Ikatan Pedagang Pasar Indonesia meminta ke semua pihak untuk fokus pada beberapa komoditas pangan yang kami sebut, tidak hanya minyak goreng yang diurus tetapi komoditas lain juga harus mendapatkan perhatian khusus, banyak konsumen dan pedagang menjerit karena harganya yang terlalu tinggi," pungkasnya.

Untuk diketahui, beberapa harga komoditas mengalami lonjakan usai Iduladha. Seperti daging ayam, cabai rawit dan bawang merah. Mengutip data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) harga daging ayam di Bali mengalami lonjakan sampai Rp 85.650 per kilogram. Harga Daging Ayam Harga tersebut jauh diatas provinsi lain sebut saja Kalimantan Utara Rp 47.000/kg, Nusa Tenggara Timur Rp 46.250/kg, Papua Barat Rp 44.600/kg, Sumatera Barat Rp 42.150/kg.

Selanjutnya harga daging ayam di Banten Rp 42.100/kg, Jawa Timur Rp 41.950/kg, Papua Rp 41.550/kg, Kepulauan Bangka Belitung Rp 40.750/kg, Maluku Rp 40.700/kg, Kalimantan Barat Rp 40.650/kg, Jawa Barat Rp 39.650/kg, DKI Jakarta Rp 39.250/kg. Padahal harga daging ayam di periode normal hanya ada pada kisaran Rp 28.000/kg.

Kemudian berdasarkan data PIHPS juga menunjukan harga cabai rawit merah masih menembus harga Rp100.000/kg. Harga Cabai Rawit Lonjakan harga cabai rawit tertinggi terjadi di Kalimantan Utara Rp 148.150/kg, Kepulauan Bangka Belitung Rp 141.250/kg, DKI Jakarta Rp 129.150/kg, Kalimantan Tengah Rp 122.500/kg.

Kemudian di Maluku Utara harga cabai Rp 120.000/kg, Maluku Rp 118.150/kg, Banten Rp 118.100/kg, Sumatera Selatan Rp 113.750/kg, Papua Rp 110.500/kg, Gorontalo Rp 110.000/kg, Jawa Barat Rp 109.600/kg. Harga Bawang Merah Padahal harga cabai di periode normal hanya ada pada kisaran Rp 30.000/kg.

Selanjutnya ada bawang merah yang masih belum stabil. Harganya hampir menembus Rp 100 ribu/kg. Lonjakan harga tertinggi terjadi di daerah Maluku Utara Rp 97.500/kg, Papua Barat Rp 91.250/kg, Gorontalo Rp 80.850/kg, DKI Jakarta Rp 76.650/kg, Kepulauan Bangka Belitung Rp 76.000/kg, Sulawesi Utara Rp 74.150/kg, Banten Rp 72.400/kg, Papua Rp 71.600/kg, sampai di Jawa Timur bawang merah dijual dengan harga Rp 70.550/kg.

Padahal pada periode normal bawang merah hanya dijual sekitar Rp 30.000/kg. Kemudian harga minyak goreng curah di wilayah timur terpantau masih tinggi. Misalnya di Papua minyak goreng curah dijual dengan harga Rp 25.300/liter, Maluku Utara Rp 24.250/liter, Kalimantan Utara Rp 21.750/liter, Bengkulu Rp 17.500/liter, Sulawesi Tenggara Rp 17.400/liter, Nusa Tenggara Barat Rp 17.200/liter.

Harga Minyak Goreng Curah Harga minyak goreng curah Kalimantan Timur Rp 16.950/liter, Kalimantan Selatan Rp 16.900/liter, Sulawesi Barat Rp 16.500/liter, Kalimantan Tengah Rp 16.450/liter, Bali Rp 16.400/kg, Riau Rp 16.350/kg, Kepulauan Riau Rp 16.200/liter.

Sementara itu di DI Yogyakarta Rp16.000/liter, DKI Jakarta Rp 15.750/liter sampai Banten Rp 15.650/liter. Harga ini jauh lebih tinggi dibandingkan HET yang ditetapkan pemerintah untuk minyak goreng curah yaitu ada di kisaran Rp 10.000-11.500/liter.kbc11

Bagikan artikel ini: