IUAE-CEPA berlaku 1 Januari 2023, 90% produk RI bebas tarif

Senin, 4 Juli 2022 | 16:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Peragangan (Kemendag) mengungkapakan Indonesia - United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IUAE-CEPA ditargetkan dimulai pada 1 Januari 2023.

Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono mengatakan saat mulai dilaksanakan pada 1 Januari, 90% barang Indonesia akan mulai diberlakukan 0% tarif. Sebaliknya, 9,6% sisanya lima tahun ke depan.

"Dulu kertas kita ekspornya baik ke UEA tapi menurun di tahun belakangan karena berbagai sebab. Ini perhatian saya. Ini akan diberikan pada kesempatan pertama. Selain itu ada produk sawit, alas kaki, batu bara, sabun, mentega, ban, baterai, yang bakal dikenakan 0% tarif pada awal pemberlakuan," ujar Djatmiko dalam media briefing IUAE-CEPA secara virtual, Senin (4/7/2022).

Djatmiko mengatakan total perdagangan Indonesia - UEA pada 2021 mencapai US$4,0 miliar atau meningkat 37,88% dibandingkan 2020 sebesar US$2,9 miliar. Meskipun sempat turun pada 2019-2020, di tengah pandemi Covid-19, nilai perdagangan bilateral kembali naik signifikan.

Berdasarkan analisis Cost Benefitdan Prognosa IUAE-CEPA, dalam 10 tahun sejak entry into force (EIF), ekspor Indonesia ke UEA diproyeksikan meningkat US$844,4 juta atau meningkat 53,90%. Selain itu, impor Indonesia dari UEA juga diproyeksikan meningkat sebesar 307,3 juta atau sekitar 18,26%. "Dengan adanya IUAE-CEPA diproyeksikan ekspor kita meningkat 3 kali lipat," ucapnya.

Dia juga mengatakan ada beberapa target yang harus diselesaikan untuk implementasi IUAE-CEPA. Pertama, adalah menyelesaikan proses ratifikasi yang harus selesai dua bulan sebelum dilaksanakan.

"Kemudian akan meberi notifkasi ke UEA begitupun mereka juga akan melakukan notifikasi. Lalu 30-36 hari sebelum pemberlakukan. Kemudian, penetapan tarif, peraturan Kemenkeu soal asal barang itu selesai, maka 1 Januari 2023 bisa dilaksanakan," tuturnya.

Djatmiko menjelaskan, perjanjian dagang yang diteken pada 1 Juli 2022 itu juga akan segera disosialisasikan kepada beberapa lembaga dan pihak terkait. Mulai dari eksportir, importir, akademisi di perguruan tinggi dan pemerintah daerah. "Lalu sosialisasi media secara spesifik tidak hanya pusat tapi daerah. Diharapkan hal ini bisa diterima seluas-luasnya di Tanah Air," ucapnya.

Menurutnya, IUAE-CEPA merupakan perjanjian tercepat dalam sejarah. Sebab, dalam waktu 9 bulan bisa selesai ditandatangani. "Kita dalam 9 bulan ini benar-benar melakukan perundingan intensif, dalam. Mungkin 4 hanya putaran perundingannya. Dulu kan mulai pada awal September 2021 di Ciawi," ujar Djatimiko.

Sebagai informasi saja, penandatanganan IUAE-CEPA dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan dan Menteri Ekonomi Uni Emirat Arab (UEA) Abdulla bin Touq Al Marri pada 1 Juli 2022. Penandatanganan dilakukan bersamaan dengan kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo.kbc11

Bagikan artikel ini: