Pemerintah beri kompensasi sapi terkena PMK Rp10 juta per ekor

Kamis, 23 Juni 2022 | 20:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah bakal memberikan kompensasi bagi hewan ternak yang terkonfirmasi positif terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Kompensasi diberikan kepada peternak sebesar Rp 10 juta per ekor sapi.

"Terkait  pergantian terutama terhadap hewan yang dimusnahkan ataupun dimatikan paksa, pemerintah akan menyiapkan ganti terutama untuk peternak UMKM itu sebesar Rp 10 juta per sapi," kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartato dalam keterangan pers virtual, Kamis (23/6/2022).

Airlangga menegaskan, pemerintah juga sepakat melarang pergerakan ternak hidup yang ada di daerah merah.Airlangga menyebut, saat ini terdapat 1.765 dari 4.614 kecamatan yang masuk dalam kategori daerah merah atau sebanyak 38 persen.

"Untuk daerah berbasis level mikro seperti di penanganan Covid di PPKM, ini akan diberikan larangan daripada hewan hidup dalam hal ini sapi untuk bergerak," ujar dia.

Detail kecamatan yang tergolong zona merah tersebut, sebut Airlangga nantinya akan dituangkan dalam Instruksi Mendagri (Inmedagri). Selain itu, Presiden juga menyetujui dibentuknya Satgas Penanganan PMK yang akan dipimpin Kepala BNPB.

Satgas Penanganan PMK ini juga melibatkan Dirjen Peternakan dan Keswan Kementerian Pertanian, Dirjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri, Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Asisten Operasi (Asops) Kapolri dan Asops Panglima TNI sebagai wakilnya.

"Kemudian juga disetujui untuk pengadaan vaksin yang khusus untuk tahun ini itu sekitar 28 juta-29 juta dosis dan seluruhnya akan dibiayai dengan dana dari KPCPEN," ujarnya.

Presiden juga mengarahkan agar pemerintah terus menyiapkan obat-obatan PMK serta menyiapkan vaksinator yang mencukupi. Seluruh mekanisme pengendalian penyakit inipun juga harus dijaga, termasuk mengendalikan mobilisasi ternak serta mengawasi orang-orang yang keluar-masuk peternakan.

"Artinya biohazard melalui disinfektan itu penting karena kita juga melihat agar carrier daripada virus ini untuk terus dijaga," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: