Bank Dunia prediksi ekonomi RI mentok tumbuh 4,6 persen tahun ini

Kamis, 23 Juni 2022 | 08:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan mentok di level 4,6 persen pada 2022.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Habib Rab mengatakan, angka itu lebih rendah dari proyeksi semula yang mencapai 5,1 persen.

Menurut Rab, ketidakpastian ekonomi global terus meningkat menjadi salah satu penyebabnya. Pasalnya, hal itu akan membuat ekonomi dunia melambat dan menekan permintaan ekspor dari Indonesia.

"Penurunan pertumbuhan global secara luas dapat menyebabkan penurunan permintaan ekspor komoditas, memicu pengurangan produksi, dan harga yang lebih tinggi," ungkap Rab dalam Indonesia Economic Prospects (IEP) Launch, Rabu (22/6/2022).

Situasi ini, lanjut Rab, akan memaksa pemerintah untuk menambah subsidi demi menjaga daya beli masyarakat. Dengan demikian, utang negara otomatis meningkat.

"Dalam skenario seperti itu, pertumbuhan Indonesia bisa lebih dari yang diantisipasi (5,1 persen) menjadi 4,6 persen pada 2022," tutur Rab.

Kemudian, ekonomi RI berpotensi tumbuh 4,7 persen tahun depan. Hal itu berarti ekonomi domestik tak bergerak signifikan hingga 2023 mendatang.

Sementara, Bank Dunia memproyeksi inflasi RI mendekati level 4,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) tahun ini. Hal ini terjadi lantaran harga minyak dunia meningkat drastis tembus lebih dari US$100 per barel.

"Sekarang indikator menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi meningkat," jelas Rab.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi RI tumbuh 3,69 persen pada 2021. Realisasi itu berbanding terbalik dari posisi tahun sebelumnya yang minus 2 persen.

Sementara, pertumbuhan ekonomi domestik tembus 5,01 persen pada kuartal I/2022. Angka ini lebih tinggi dari minus 0,74 persen pada kuartal I/2021, namun lebih rendah dari 5,02 persen pada kuartal IV/2021. kbc10

Bagikan artikel ini: