Pasar smartphone RI anjlok di awal tahun 2022, ini penyebabnya

Minggu, 19 Juni 2022 | 07:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pasar smartphone Indonesia di awal tahun 2022 tercatat lesu dan mengalami penurunan. IDC Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker mencatat penurunannya mencapai 17,3% year-on-year.

Sementara secara quarter-on-quarter (QoQ) turun sebanyak 13,1% jika dibandingkan kuartal sebelumnya, Pada kuartal I tahun ini mencapai 8,9 juta unit, sementara periode yang sama 2021 lalu mencapai 10,8 juta unit.

Salah satu alasan penurunan ini adalah daya beli masyarakat yang rendah diakibatkan peningkatan harga barang, mulai dari bensin dan komoditas termasuk handphone. Selain itu pasokan yang kurang di segmen entry-level juga jadi penyebab masalah tersebut.

"Kenaikan harga diperkirakan akan memberikan tekanan lebih pada daya beli masyarakat. Di sisi lain, ada kemungkinan vendor tidak dapat menyerap kenaikan harga jika melewati batas tertentu. Hal ini berpotensi meningkatkan harga jual rata-rata," kata Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst IDC Indonesia, dalam keterangannya, baru-baru ini.

IDC memperkirakan pengiriman smartphone masih akan mengalami penurunan pada kuartal II tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021 lalu. Meskipun ada momen bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri di waktu tersebut.

Bulan Ramadan sebenarnya memberikan dorongan baik sepanjang April 2022. Selain itu ada juga kewajiban memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) di bulan yang sama, harusnya memberikan dana tambahan pada masyarakat.

Sayangnya dana tambahan itu bisa jadi tergerus. Sebab adanya kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10% menjadi 11%.

Aturan tersebut berlaku pada 1 April 2022 lalu. Kebijakan itu juga berimbas pada kenaikan harga barang, termasuk harga bahan bakar non-subsidi Pertamax.

Dalam laporan IDC, Samsung menempati peringkat pertama untuk pangsa pasar smartphone di Indonesia. Pada kuartal I-2022 berhasil mencapai 23,3% naik dari Q1-2021 18,7%.

Sementara itu Samsung mengirimkan 2,1 juta unit perangkat selama kuartal 1 tahun ini. Jumlah itu meningkat tipis dari Q1-2021 sebanyak 2 juta unit. kbc10

Bagikan artikel ini: