Menteri Bahlil sebut kawasan ekonomi baru bertumbuh di luar Jawa

Minggu, 12 Juni 2022 | 06:29 WIB ET
Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia
Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mengatakan kawasan ekonomi baru bukan lagi bertumpu di Pulau Jawa. Hal itu telah terlihat dari sebaran realisasi investasi luar Jawa yang perkembangannya kini melebihi di Jawa.

"Artinya apa? Pemerataan pertumbuhan dalam rangka menciptakan kawasan-kawasan ekonomi baru sudah mulai terjadi. Jadi masa depan ekonomi bangsa bukan di Jawa, tapi di Sumatera, Maluku, Papua, Sulawesi, atau Kalimantan," kata Bahlil dalam Indonesian Young Leaders Forum HIPMI, Jakarta, Sabtu (11/6/2022).

Mantan Ketua Umum HIPMI periode 2015-2019 ini bercerita, dahulu para pengusaha baik asing maupun lokal lebih memprioritaskan investasi di pulau Jawa. Karena ketersediaan infrastruktur dinilai lebih lengkap dan sumber daya manusia yang lebih mumpuni dibanding luar Jawa.

Namun, kini sudah banyak investor yang menanamkan investasinya di luar Jawa. Lantaran, pemerintah terus berupaya membangun infrastruktur secara masif. Berdasarkan catatannya, realisasi investasi sejak kuartal III/2020 sampai kuartal I/2022 di luar Jawa lebih tinggi dari Jawa.

Menurut data terakhir Kementerian Investasi, realisasi investasi selama kuartal I/2022 di luar Jawa mencapai Rp 148,7 triliun, sedangkan di Jawa Rp 133 triliun. Artinya, investasi luar Jawa berkontribusi sebesar 52,7 persen dari total investasi sepanjang kuartal pertama tahun 2022.

Bahlil juga menyebutkan, target penanaman investasi pemerintah di tahun 2022 ini adalah sebanyak Rp 1.200 triliun. Dia optimis target tersebut akan tercapai. Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Investasi akan terus berupaya mempermudah proses perizinan berusaha di Indonesia.

Salah satunya melalui Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko yang dikelola oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Sistem OSS ini telah diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada 9 Agustus 2021 lalu.

Kendati diberikan kemudahan dalam mendapatkan perizinan, Bahlil menyebut masih terdapat kendala pada sistem tersebut. "Problemnya adalah data RT RW, sekarang baru sekitar 50 kota yang RT dan RW yang baru memiliki (detail) tata ruang. Tapi sekarang dengan lewat OSS investor merasa nyaman," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: