Dua perusahaan Kuwait butuh 250 pekerja RI, Kemenaker: Gajinya menjanjikan

Rabu, 1 Juni 2022 | 08:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyebut, dua perusahaan di Kuwait tertarik merekrut 250 orang pekerja migran Indonesia (PMI) untuk bekerja di bidang hotel, restoran, dan kafe. Alghanim Industries F&B Devision membutuhkan 200 PMI dan 50 PMI ditempatkan di New Grand Hyatt Hotel Kuwait.

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemenaker, Suhartono mengatakan, pekerja migran Indonesia yang bekerja di Kuwait dipastikan mengantongi gaji yang besar.

"Gaji bagi PMI yang bekerja di Kuwait sangat menjanjikan mengingat dua perusahaan hotel, restoran, dan kafe tersebut merupakan perusahaan besar yang dikelola secara profesional," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (30/5/2022).

Lebih lanjut, kata dia, langkah pengiriman atau terbukanya kesempatan kerja di Kuwait ini sejalan dengan program sembilan lompatan besar Kemenaker, yakni transformasi perluasan kesempatan kerja dan perluasan pasar kerja luar negeri.

Sementara itu, Atase Ketenagakerjaan Ratna Sari Dewi bilang, pekerja Indonesia lebih diminati dibandingkan pekerja negara lain. Karena pekerja dari Indonesia terkenal ramah dan rajin sehingga mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja yang ada.

Selain itu, pihaknya berkomitmen untuk mendukung program sembilan lompatan besar dengan melakukan promosi perluasan kesempatan kerja bagi PMI sektor formal di Kuwait.

Dia menilai, pertumbuhan ekonomi yang tinggi di beberapa negara tujuan penempatan PMI memicu peningkatan kebutuhan tenaga bidang hotel, restoran, dan kafe.

"Hal ini dapat menjadi tolok ukur bahwa kebutuhan tenaga kerja profesional pada posisi tenaga horeka sangat tinggi secara global," ujar Ratna.

Pun berharap kapasitas para kandidat PMI benar-benar profesional sehingga mampu bersaing secara global.

Sebagaimana diketahui, program sembilan lompatan besar Kemenaker terdiri atas transformasi BLK, link and match, transformasi program perluasan kesempatan kerja, pengembangan talenta muda, perluasan pasar kerja luar negeri, visi baru hubungan industrial, reformasi pengawasan, ekosistem digital SiapKerja, dan reformasi birokrasi. kbc10

Bagikan artikel ini: