AS diklaim siap suntik Rp14,5 triliun untuk startup RI

Jum'at, 27 Mei 2022 | 08:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejumlah perusahaan rintisan alias startup Indonesia diklaim bakal mendapat suntikan dana dari AS. Hal itu diungkapkan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi saat menerima undangan pertemuan dari US Secretary of Commerce Gina Raimondo di sela World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss pada Selasa (24/5/2022) lalu.

Ada tiga agenda utama yang dibahas pada pertemuan tersebut, yaitu pembangunan infrastruktur, dukungan terhadap Ibu Kota Negara (IKN), dan ekonomi digital.

Mendag mengatakan, banyak investor AS yang tertarik berinvestasi di perusahaan-perusahaan teknologi rintisan (tech startup) asal Indonesia. Sebab, AS melihat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia salah satu yang tercepat dan tertinggi di dunia.

"Saya menyarankan kepada U.S. Secretary of Commerce Gina Raimondo sebaiknya mengundang para UNICORN asal Indonesia ke Sun Valley, Idaho untuk bisa lebih mengenai karakter dan keistimewaan sektor ekonomi digital Indonesia. Beliau setuju dan akan melakukannya di tahun ini juga," ungkapnya.

Setelah berdialog dengan Mendag, US Secretary of Commerce Gina Raimondo menyatakan kesiapannya untuk mengumpulkan komitmen beberapa investor dengan total komitmen awal sebesar US$100 juta setara Rp14,5 triliun untuk berinvestasi di perusahaan startup Indonesia yang paling potensial.

Sebelumnya, Muhammad Lutfi memimpin pertemuan delegasi Indonesia dengan pengusaha dan investor dari Swiss, didampingi Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadahlia.

Menariknya dalam pertemuan tersebut, sejumlah pengusaha dan investor Swiss menyatakan ketertarikannya untuk menanamkan modalnya di Indonesia, khususnya di sektor pariwisata, kelautan, dan investasi di Ibukota baru Nusantara.

Sedangkan Mendag justru tertarik pada sektor koperasi dan agribisnis yang menurutnya terlihat maju selama kunjungan ke Swiss ini. kbc10

Bagikan artikel ini: