Dampak penyebaran PMK, Australia dan Malaysia setop impor ternak hidup dari RI

Rabu, 25 Mei 2022 | 21:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak diprediksi menyebabkan kerugian yang sangat besar, yaitu mencapai Rp 9,9 triliun. Australia dan Malaysia bahkan telah menghentikan sementara impor daging hewan ternak hidup dari Indonesia seperti sapi, domba, dan kambing.

Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Ira Firgorita mengatakan, wabah PMK disebabkan virus yang sangat menular. Penyakit ini menyebabkan penurunan produktivitas pada hewan ternak.

"Kalau pada ternak pedaging bisa ada penurunan produsi daging, kalau (pada ternak) susu maka mengakibatkan produksi susunya alami penurunan, hingga ke resiko kematian," ujar Ira dalam webinar "Mitigasi Lalu Lintas Ternak dan Pelaksanaan Kurban di Tengah Wabah PMK" di Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Ira mengatakan, hewan ternak yang terjangkit wabah PMK juga akan mengalami penurunan harga jual. Namun demikian, hewan ternak ini masih aman untuk disembelih dan dikonsumsi. Berdasarkan kajian beberapa ahli, Ira mengatakan, potensi kerugian akibat wabah PMK bisa mencapai Rp 9,9 triliun.

"Banyak para ilmuwan atau para periset yang melakukan kajian dampak kerugian ekonomi dari PMK, dan bisa lebih dari yang dihitung pada saat itu yaitu Rp 9,9 tirliun," ujarnya.

Penyakit ini juga berpotensi terhadap larangan ekspor untuk ternak hidup baik sapi, domba, kambing, dan turunan ternak. "Kita sudah menerima pernyataan untuk penghentian sementara dari Australia dan Malaysia," katanya.

Sebab itu, Ira bilang, dampak wabah PMK perlu ditanggulangi bersama-sama.  Hingga 22 Mei 2022, wabah PMK menyebar cepat ke 82 Kabupaten/Kota di 16 Provinsi. Jumlah hewan ternak yang terinfeksi PMK mencapai 20.723 ekor atau sekitar 0,38% dari total populasi terdampak sebesar 5,45 juta ekor.

Berdasarkan Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2021, Jawa Timur merupakan provinsi dengan populasi ternak sapi terbanyak nasional. Populasi sapi potong di Jawa Timur tercatat sebanyak 4,94 juta ekor atau 27,36% dari total populasi sapi potong nasional.kbc11

Bagikan artikel ini: