Tesla minat kerja sama dengan Antam, investasi apa?

Rabu, 25 Mei 2022 | 17:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan otomotif dan penyimpanan energi asal Amerika Serikat (AS), Tesla Inc, menyatakan minatnya berinvestasi di Indonesia, salah satunya pada PT Aneka Tambang Tbk, (ANTM).

Ketertarikan ini setelah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Tim Tesla melakukan pertemuan beberapa waktu lalu. Meski menaruh ketertarikan, belum ada kesepakatan antara Tesla dan ANTAM terkait komitmen kerja sama apapun.

Direktur Utama ANTAM, Nikolas D. Kanter atau Nico menyebut pihaknya merupakan BUMN yang difasilitasi oleh pemerintah untuk menjajaki kerja sama dengan Tesla.

"Jadi kalau ditanyakan apakah ada follow up, sampai sekarang sih belum. Tapi memang ada ketertarikan. Kalau saya sih melihat waktu kita menandatangani Frame Work Agreement, itu membuat mereka juga melihat bahwa di Indonesia ada," ungkap Nico saat konferensi pers, Selasa (24/5/2022).

Nico menjelaskan, dalam pertemuan antara otoritas Indonesia dan Tesla, tim perusahaan besutan Elon Musk ini mempertanyakan sumber daya potensial yang dimiliki ANTAM. Bahkan emiten pelat merah ini pun memiliki agenda environment, social, governance (ESG) dengan Tesla.

Meski demikian, Nico mengungkapkan, belum ada komitmen kerja sama antara ANTAM dan Tesla. Pertemuan keduanya hanya sebatas pembicaraan awal saja.

"Karena kemarin hanya pembicaraam, dia bertanya mengenai ANTAM, what is our resources? Kemudian kita punya agenda terkait ESG, dipaparkan oleh Pak Dewa pada saat itu, jadi kelihatan mereka lagi menjajaki. The are in the very early stage," ungkap dia.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa rencana investasi dari perusahaan milik Elon Musk masih akan membutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar. Hal ini diungkapkan Menko Luhut mengingat hingga saat ini belum ada kesepakatan resmi yang dicapai antara Indonesia dengan pihak Tesla, Inc..

"Masuknya investasi dari suatu perusahaan itu tidak semudah menjentikkan jari, ini butuh proses dan waktu yang tidak sebentar. Apalagi ini investasi dengan nilai jumbo. Jadi kita harus sabar, supaya nantinya bisa benar-benar membawa manfaat besar bagi masyarakat dan negara seperti yang kita semua harapkan," ungkap Menko Luhut.

Luhut mengatakan, Kemenko Marves telah menjalin komunikasi yang sangat baik sejak 2 tahun belakangan baik dengan Elon Musk dan juga Tesla. Pendiri SpaceX tersebut, menurutnya, sangat tertarik untuk melakukan investasi terhadap industri nikel di Indonesia yang dinilai sangat menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan ekosistem kendaraan listrik.

Sejak pertemuan delegasi Indonesia di pabrik perakitan kendaraan listrik Tesla di Austin, Texas, pada 26 April lalu, lanjut Menko Luhut, pihak Kemenko Marves dan tim dari Tesla yang ditunjuk oleh Elon terus melakukan negosiasi secara intensif untuk merumuskan berbagai hal terkait detail formula investasi yang akan dipakai.

Namun demikian, keputusan akhir mengenai investasi akan berada di tangan perusahaan. "Tim dari Tesla bergerak sangat cepat. Mereka sudah datang ke Indonesia awal bulan ini, mengunjungi beberapa pabrik pengolahan nikel, dan kita juga merespon dengan tidak kalah cepat untuk menunjukkan keseriusan dan support kita. Tapi yang harus diingat, ini masih dalam tahap negosiasi, jadi sekali lagi, semua harus bersabar," lanjutnya.

Sementara itu, dalam kunjungan ke pabrik SpaceX di Boca Chica, Texas beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo yang didampingi Menko Luhut juga telah menyampaikan bahwa pembicaraan antara Indonesia dengan Elon Musk akan meliputi bahasan mengenai investasi, teknologi dan inovasi.

Dari pertemuan tersebut, Presiden Jokowi mengundang orang terkaya di dunia itu datang ke Indonesia pada bulan November nanti untuk menghadiri forum The Business 20 atau B20 yang merupakan outreach group dari G20 yang mewakili komunitas bisnis internasional.

Ajakan tersebut direspons baik oleh Elon Musk dan mengatakan akan berkunjung ke Indonesia pada November 2022 mendatang. kbc10

Bagikan artikel ini: