Pemerintah prediksi inflasi dekati 4 persen pada tahun ini

Jum'at, 20 Mei 2022 | 08:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah merevisi asumsi dasar ekonomi makro tahun 2022, seiring dengan perkembangan ekonomi global dan domestik. Outlook pertumbuhan ekonomi diubah menjadi 4,8 persen hingga 5,5 persen dari semula ditetapkan 5,2 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional akan mengalami tekanan dari kenaikan inflasi dan suku bunga acuan. Pemerintah memperkirakan inflasi sepanjang tahun akan mendekati 4 persen dari yang per April 2022 sudah di angka 3,4 persen.

"Inflasi akan lebih di upper end dari 3 plus minus 1 persen dan akan mendekat ke 4 persen dari sekarang yang sudah 3,4 persen pada bulan April," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Tingkat suku bunga SUN 10 tahun diubah dari 6,8 persen menjadi 6,85 persen - 8,42 persen. Sementara hingga saat ini suku bunga sudah mengalami kenaikan di atas 7 persen.

"Suku bunga ada kenaikan di atas 7 persen atau secara year to date (ytd) saat ini di 7,33 persen," katanya.

Nilai tukar rupiah juga mengalami perubahan dari Rp 14.350 per dolar menjadi Rp 14.300 - Rp 14.700 per dolar AS. Harga minyak dunia juga mengalami koreksi dari semula hanya US$63 per barel menjadi US$95 - US$105 per barel.

Sementara untuk harga lifting minyak dan gas masih dalam rentang perkiraan yang sama dalam UU APBN 2022. kbc10

Bagikan artikel ini: