Bidik penjualan tumbuh 10%, Sekar Laut perluas pasar ekspor

Rabu, 18 Mei 2022 | 18:16 WIB ET
Direktur PT Sekar Laut Tbk, John C Gozal (kanan) bersama Corporate Secretary perseroan Jimmy Herlambang.
Direktur PT Sekar Laut Tbk, John C Gozal (kanan) bersama Corporate Secretary perseroan Jimmy Herlambang.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Emiten produsen makanan olahan, PT Sekar Laut Tbk (SKLT) optimis penjualan hingga akhir tahun 2022 ini bisa tumbuh 10 persen dibanding realisasi penjualan tahun 2021. Sepanjang kuartal I/2022, perseroan berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 361,35 miliar atau naik 8-10 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Secara lebih rinci, pendapatan SKLT dari penjualan hasil produksi, terbagi menjadi penjualan ekspor sebesar Rp 39,43 miliar dan penjualan lokal mencapai Rp 142,17 miliar. Kemudian ada penjualan dari barang dagangan meliputi penjualan ekspor dan lokal yang masing-masing senilai Rp 756 juta dan Rp 181,16 miliar.

Corporate Secreatry PT Sekar Laut Tbk, Jimmy Herlambang mengatakan, sepanjang tahun 2021 penjualan perseroan tumbuh 8 persen. Dan pada tahun ini optimistis akan lebih baik seiring makin pulihnya ekonomi nasional meski secara global pengaruh perang Rusia dan Ukraina berdampak pada ekonomi global.

"Kami menargetkan penjualan sepanjang tahun ini bisa lebih baik ketimbang pertumbuhan tahun lalu. Kami optimis ada kenaikan 10 persen," ujarnya pada public expose perseroan di Surabaya, Rabu (18/5/2022).

Jimmy menambahkan, penjualan dalam negeri terus berkembang, dan dilihat dari kinerja 2021 masih dominasi pulau Jawa dari total omset. Di tahun 2022 perseroan melakukan pemerataan yang lebih di luar jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua. Sehingga produk bisa diperluas di seluruh wiilayah Indonesia dan konsumen bisa mudah mendapatkannya.

"Untuk ekspor akan ditingkatkan dimana pada 2021 yang selama ini terbesar dengan tujuan Belanda, Inggris, Korea, China dan Selandia baru. Untuk tahun 2022, mencoba negara baru tujuan ekspor yakni di Eropa Timur yang potensinya cukup besar," ujar Jimmy.

Terkait bahan baku, Jimmy mengakui adanya kenaikan harga, karena selama ini diimpor dari Eropa. Untuk mengantisipasinya, perseroan berusaha tidak dengan menaikkan harga jual, tapi dengan mencari sumber alternatif sehingga cost produksi bisa lebih rendah lagi. Ketersediaan bahan baku terigu mengalami sedikit kesulitan, pihaknya menyiapkan bahan alternatif dengan formulasi khusus, sehingga mengurangi bahan baku utama.

"Komposisi bisa menurunkan 10-20 persen dari bahan baku utama terigu. Sehingga tetap bisa produksi dan tidak mengurangi kinerja. Meski India melakukan larangan ekspor gandum, tapi kami tidak melakukan transaksi langsung, melainkan dari salah satu supplier yang sudah ada di Indonesia sehingga tidak banyak terpengaruh," jelasnya.

Direktur PT Sekar Laut Tbk, John C Gozal menambahkan, sepanjang tahun 2020-2021 perseroan tidak melakukan belanja investasi secara berlebihan karena adanya pandemi Covid-19. Namun untuk 2022, ada beberapa peningkatan belanja modal (capital expenditure/capex) dari sebelumnya yakni pengadaan gudang logistik di luar Jawa dan pengadaan mesin baru.

"Besaran capex belum dibicarakan secara rinci, namun kurang lebih Rp 72 miliar untuk tiga tahun mendatang 2022-2024. Dengan mesin baru bisa produk varian baru di 2022 ini. Akan dikembangkan beberapa varian kerupuk, salah satunya kerupuk goreng, aneka sambel uleg, variasi sambel nusantara. Sekitar pertengahan bulan Juli atau Agustus diluncurkan," kata John Gozal.

Sepanjang tahun 2021, perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 1,36 triliun, naik sekitar 8 persen dibanding penjualan tahun sebelumnya. Sedangkan laba bersih perseroan tahun 2021 mencapai Rp 85 miliar, melonjak hampir dua kali lipat atau 99 persen dibanding tahun 2020.

"Dengan kinerja positif itu, dalam RUPS Tahunan perseroan menyetujui penggunaan laba perseroan tahun buku 2021 dan penetapan pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp 48 per lembar saham atau senilai total Rp29.841.405.600," ulasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: