Ekonomi Jatim triwulan I/2022 tumbuh 5,2 persen

Selasa, 10 Mei 2022 | 10:49 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Melandainya kasus Covid-19 dan mulai normalnya aktifitas masyarakat membuat kinerja ekonomi Jawa Timur pada awal tahun 2022 cukup bagus.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, ekonomi Jatim sepanjang triwulan Iuat 2022 mencapai 5,2 persen jika dibanding tahun lalu pada periode yang sama (y-on-y) dengan total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim atas dasar harga berlaku mencapai Rp 649,54 triliun.

"Dilihat dari sisi produksi dan Lapangan Usaha, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapang an Usaha Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh sebesar 18,79 persen. Sementara jika dilihat dati sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Luar Negeri yang tumbuh sebesar 35,97 persen," ujar Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan di Surabaya, Senin (9/5/2022).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, selain lapangan usaha transportasi dan pergudangan, lapangan usaha industri pengolahan juga mampu tumbuh sebesar 7,00 persen. Selanjutnya lapangan usaha informasi dan komunikasi tumbuh sebesar 6,63 persen. "Hanya lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang mengalami pertumbuhan negatif," tegasnya.

"Dilihat dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor luar negeri tumbuh sebesar 35,97 persen, diikuti oleh komponen PKRT dan komponen PKLNPRT yang masing-masing tumbuh sebesar 4,40 persen dan 4,11 persen. Sementara itu, Komponen impor luar negeri tumbuh sebesar 15,33 persen," ungkapnya.

Adapun Ekonomi Jatim pada triwulan I/2022 jika dibanding triwulan IV-2021 (q-to-q) mengalami pertumbuhan sebesar 0,75 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 12,40 persen.

"Lapangan usaha industri pengolahan dan perdagangan besar-eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang memiliki peran dominan juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 1,68 persen dan 0,31 persen," tambahnya.

Adapun lapangan usaha yang mengalami kontraksi atau pettumbuhan negative diantaranya adalah konstruksi, jasa pendidikan, serta pertambangan dan penggalian yang masing-masing terkontraksi sebesar 5,57 persen, 4,93 persen, dan 4,18 persen.

Dadang menegaskan, struktur PDRB Jawa Timur menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan I-2022 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Jawa Timur masih didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 31,22 persen, diikuti oleh perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 18,57 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 10,99 persen dan konstruksi sebesar 8,80 persen.

"Peranan keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Jawa Timur mencapai 69,58 persen," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: