BRI raup laba Rp12,22 triliun di kuartal I, naik 78,1 persen

Selasa, 26 April 2022 | 15:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, berhasil membukukan laba senilai Rp12,22 triliun di kuartal I/2022.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, angka tersebut tumbuh 78,13 persen (year on year/yoy).

Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, didukung oleh kinerja penyaluran kredit Perseroan yang tumbuh 7,43 persen (yoy) menjadi sebesar Rp1.075,93 triliun.

Dia mengatakan, naiknya kinerja BRI efek dari pulihnya perekonomian nasional serta menggeliatnya aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan core business BRI.

"Kondisi UMKM yang mulai pulih saat ini mendorong penyaluran kredit BRI tumbuh 7,43 persen menjadi sebesar Rp1.075,93 triliun," kata Sunarso dalam paparan kinerja BRI, Senin (25/4/2022).

"Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit perbankan nasional di kuartal I-2022 sebesar 6,65 persen," imbuhnya.

Sunarso menambahkan, keberhasilan BRI dalam menyalurkan kredit diatas rata rata industri perbankan nasional diiringi dengan manajemen risiko yang baik.

Hal tersebut tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) BRI secara konsolidasian yang tercatat sebesar 3,09 persen pada akhir Maret 2022.

Selain itu, kualitas kredit yang membaik tersebut juga disebabkan oleh restrukturisasi kredit terdampak covid yang saat ini terus menurun secara gradual.

Hingga akhir kuartal I 2022 tercatat restrukturisasi kredit terdampak Covid sebesar Rp144,27 triliun, atau telah turun sebesar Rp103,75 triliun apabila dibandingkan dengan total akumulasi restrukturisasi yang mencapai Rp248,02 triliun.

BRI juga menyediakan pencadangan yang cukup untuk mengantisipasi risiko kedepan dengan NPL Coverage sebesar 276 persen.

Angka ini meningkat dibandingkan dengan NPL Coverage pada akhir Maret 2021 sebesar 231,17%.

"Alasan BRI menyiapkan pencadangan yang sangat memadai tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko ketidakpastian kondisi perekonomian ke depan, karena adanya perang Rusia-Ukraina, inflasi, serta potensi kenaikan suku bunga yang akan terus dilanjutkan oleh The Fed," ucapnya.

BRI juga berhasil mencatatkan kinerja positif dalam hal penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga akhir Kuartal I 2022, DPK BRI Group tercatat tumbuh 7,39 persen.

Dana murah (CASA) menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK BRI, dimana secara year on year meningkat sebesar 15,99 persen.

Apabila dirinci, Giro tercatat tumbuh 30,86 persen dan Tabungan tumbuh 10,17 persen.

Secara umum, saat ini proporsi CASA BRI tercatat 63,63 persen, meningkat dibandingkan dengan CASA pada Kuartal I tahun lalu yakni sebesar 58,91 persen.

Kemampuan BRI untuk meningkatkan proporsi dana murah tersebut berdampak positif bagi bisnis perseroan yang semakin efisien.

"Dengan kinerja BRI yang positif dan fundamental perseroan yang semakin sehat, serta strategic response yang tepat, BRI optimistis kinerja di tahun ini akan dapat melampaui kinerja sebelum masa pandemi, serta dapat menjaga sustainability kinerja ke depan," pungkas Sunarso. kbc10

Bagikan artikel ini: