Usai GOTO, BEI sebut ada dua calon emiten teknologi lagi siap IPO

Selasa, 12 April 2022 | 13:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bakal kedatangan dua perusahaan dari sektor teknologi lagi usai PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) resmi mencatatkan saham perdana (initial.public offering/IPO) pada Senin (11/4/2022).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, Indonesia merupakan negara penghasil unicorn terbanyak di Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga masih mempunyai potensi yang sangat besar melahirkan unicorn-unicorn selanjutnya, karena saat ini terdapat puluhan Centaur yang siap menjadi Unicorn.

"Kami optimistis pencapaian Goto IPO ini menjadi momentum yang baik untuk mendorong semakin banyaknya perusahaan teknologi lainnya untuk mengikuti langkah ini," kata Nyoman, Senin (11/4/2022).

Oleh karena itu, lanjut dia, BEI senantiasa mendorong perusahaan dari berbagai industri, termasuk juga perusahaan-perusahaan di bidang teknologi untuk memanfaatkan pasar modal sebagai house of growth dengan melakukan sosialisasi IPO dan listing baik secara 1-on-1 maupun melalui workshop.

Adapun mengenai kabar Tiket.com dan Blibli yang bakal melakukan IPO, Nyoman mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan nama perusahaan tercatat tersebut, sampai OJK memberikan persetujuan atas penerbitan prospektus awal kepada publik. Hal ini sebagaimana diatur di OJK Peraturan Nomor IX.A.2.

Hingga saat ini, lanjut Nyoman, terdapat 30 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Sebanyak 3 perusahaan merupakan perusahaan aset skala kecil atau di bawah Rp50 miliar, 12 perusahaan dengan aset skala menengah atau di antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, dan 15 Perusahaan aset skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar.

Rincian sektornya, satu perusahaan dari sektor basic materials, 2 perusahaan dari sektor industri, satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik, dan 5 perusahaan dari sektor konsumer non-siklus. Lalu, 6 perusahaan dari sektor konsumer siklus, 2 perusahaan dari sektor teknologi, 2 perusahaan dari sektor jasa kesehatan, 3 perusahaan dari sektor energi, 4 perusahaan dari sektor properti dan real estat, dan 4 perusahaan dari sektor infrastruktur. kbc10

Bagikan artikel ini: