GOTO resmi melantai di bursa, ini rencana bisnisnya

Senin, 11 April 2022 | 13:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (11/4/2022).

Melansir pada perdagangan perdananya, per pukul 09.25 saham GOTO melesat 14,40% ke harga Rp 386 per saham. Saham GOTO juga sempat menebus harga Rp 416 per saham di awal perdagangannya.

Selama masa penawaran umum total jumlah saham yang dipesan oleh investor mencapai 55,54 miliar. Dengan begitu, IPO GOTO mengalami kelebihan permintaan alias  oversubscribed  sebesar 14,92 miliar saham atau 15,7 kali.

Itu berarti IPO GOTO juga mengalami kelebihan permintaan alias oversubscribed hingga 15,7 kali. Padahal, jumlah saham perdana yang akan dilepas hanya 3,43% dari seluruh saham yang ada.

Sebagaimana diketahui, GOTO melepas sebanyak-banyaknya 46,7 miliar saham atau setara 3,43% dari total modal yang ditempatkan dan disetor. Melalui IPO ini, GOTO berpotensi meraih dana segar Rp 15,8 triliun.

Perseroan berencana menggunakan dana hasil penawaran umum untuk keperluan modal kerja dalam mendukung strategi pertumbuhan perseroan, yang terdiri dari empat pilar.

Pertama, mendorong pertumbuhan jumlah konsumen dan penggunaan layanan GoTo melalui pengembangan produk dan sinergi antar layanan dalam ekosistem GoTo, sehingga semakin banyak konsumen, mitra pengemudi, dan pedagang akan mendapat manfaat dari ekosistem GoTo.

Kedua, memperkuat pengalaman berbelanja dan bertransaksi di area terdekat atau hyperlocal yang didukung dengan pengembangan infrastruktur. Hal ini bertujuan agar konsumen dapat memperoleh akses layanan yang paling relevan dengan mudah, cepat, dan ekonomis.

Ketiga, GOTO akan memperkuat sinergi di dalam ekosistemnya, termasuk mendorong program loyalitas dan rewards kepada pelanggan, memperluas layanan keuangan, serta memperdalam nilai tambah layanan untuk pedagang.

Keempat, pasca IPO, GOTO berencana untuk berinvestasi di kawasan dengan potensi pertumbuhan yang tinggi, termasuk memperdalam penetrasi pasar di Indonesia, Singapura dan Vietnam, melakukan investasi strategis, memperkuat investasi di sektor teknologi dan infrastruktur, serta transisi menuju kendaraan listrik.

"Dengan upaya bersama dari semua pemangku kepentingan ini, kami akan melanjutkan misi untuk mendorong kemajuan bagi Indonesia dan Asia Tenggara," kata CEO GOTO Andre Soelistyo dalam keterangan resminya.

GOTO merupakan perusahaan ke-15 yang melantai di bursa pada tahun ini. Berdasarkan jumlah dana yang dihimpun, IPO GOTO merupakan IPO terbesar ketiga di Asia dan kelima di dunia untuk tahun ini.

IPO GOTO juga menarik partisipasi sekitar 300.000 investor dalam proses penawaran umum saham, yang merupakan rekor partisipasi tertinggi investor pada proses IPO dalam sejarah pasar modal Indonesia.

"Menjadi perusahaan publik adalah tanggung jawab yang besar, dan kami berterima kasih kepada kepercayaan yang telah diberikan kepada ekosistem kami sampai hari ini. Kami berkomitmen untuk terus membangun dan mengembangkan perusahaan agar semakin berkontribusi bagi negara dan tiap orang yang menjadi bagian dari ekosistem GoTo," kata Andre.kbc11

Bagikan artikel ini: