Hipmi harap calon bos OJK pro dunia usaha

Rabu, 6 April 2022 | 22:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon anggota dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022-2027. Tahapan tes dilakukan mulai Rabu dan Kamis 6-7 April 2022 kepada 14 calon yang telah dipilih Presiden Joko Widodo.

Fit and proper test ini dilakukan untuk mencari tujuh nama yang akan mengisi tujuh posisi DK OJK jilid III. Mulai dari ketua, wakil ketua, kepala eksekutif pengawas perbankan, kepala eksekutif pengawas pasar modal, kepala eksekutif IKNB, ketua dewan audit dan anggota yang membidangi edukasi dan perlindungan konsumen.

Ketua Bidang Ekonomi dan Perbankan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira mengatakan, Hipmi berharap ke depan komisioner OJK yang terpilih ke depan mampu mengakselerasi segala perubahan yang begitu cepat dalam bentuk regulasi yang baik.

"Kami berharap ke depan komisioner OJK yang terpilih bisa membuat regulasi yang tentunya dapat mengakomodir semua pihak karena regulasi keuangan ini sangatlah cepat harus bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi, makanya perlu komisioner yang adaptif dan punya terobosan-terobosan yang out of the box," ungkap Anggawira di Jakarta, Rabu (6/4/2022).

Anggawira juga menambahkan, pihaknya berharap komisioner yang terpilih mampu saling bersinergi dan berkolaborasi dengan dunia usaha agar dapat bersama merespon tantangan yang ada.

"Terkait kebijakan-kebijakan seperti di Kementerian Keuangan banyaknya Peraturan Menteri (Permen) dan Keputusan Menteri (Kepmen) yang masih belum sesuai dan harus diakselerasi secara implementatif supaya sinergi," kata Anggawira.

Anggawira juga menyampaikan jangan sampai nantinya peraturan yang ada bertabrakan terhadap industri jasa keuangan yang ada. Perlunya pembenahan terutama di sektor fintech dengan lebih memberikan ruang. Karena menjadi salah satu solusi dan alternatif dalam mendapatkan pembiayaan karena kalau hanya mengandalkan perbankan tentu akan sulit karena banyaknya aturan-aturan yang harus dipenuhi.

"Tentu yang pasti siapapun yang akan terpilih, bisa memberikan kontribusi terbaik dalam menangani segala permasalahan keuangan di Indonesia tentunya saling bersinergi bukan hanya dengan pemerintahan lainnya, tapi juga bisa bersinergi dengan Hipmi dan pihak-pihak terkait lainnya," tutup Anggawira.

Setelah melakukan fit and proper test, lalu pada 11 April 2022 digelar rapat internal Komisi XI DPR RI pada pukul 12.00 WIB dengan agenda pengambilan keputusan terhadap hasil fit and proper test calon anggota DK OJK.kbc11

Bagikan artikel ini: