Kabar gembira buat UMKM! Banpres Rp600 ribu kembali digulirkan

Rabu, 6 April 2022 | 22:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah akan kembali menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) untuk Usaha Mikro atau BLT UMKM sebesar Rp 600.000 per penerima. Besaran bantuan yang diberikan sama dengan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima, Warung, dan Nelayan (BT-PKLWN).

"Dalam sidang kabinet paripurna diusulkan Bantuan Presiden diberikan juga untuk usaha mikro yang nanti akan diagendakan besarannya Rp 600.000  per penerima dan dengan sasaran penerima di kisaran 12 juta," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (5/4/2022).

Adapun untuk jadwal pencairannya masih belum diumumkan. Tak hanya BLT UMKM, pemerintah juga akan menyalurkan beberapa bantuan pada 2022. Bantuan tersebut antara lain, bantuan subsidi selisih harga minyak goreng dan bantuan kepada PKL dan Pemilik Warung (PKLW) masing-masing sebesar Rp 300.000 untuk 3 bulan.

Kemudian, program yang diarahkan untuk pekerja yaitu Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang ditujukan bagi pekerja dengan gaji dibawah Rp 3,5 juta dengan bantuan sebesar Rp 1 juta. Di lain sisi, hingga 1 April 2022 realisasi anggaran penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp Rp 29,3 triliun. Ini artinya  6,4% dari alokasi sebesar Rp 455,62 triliun.

"Kinerja PC-PEN tahun ini didorong oleh klaster Perlindungan Masyarakat, Penanganan Bidang Kesehatan terutama untuk Percepatan Vaksinasi serta Penguatan Pemulihan Ekonomi di daerah masing-masing," jelas Airlangga.

Adapun rincian realisasi anggaran PC-PEN sebagai berikut: Realisasi klaster pertama yaitu penanganan kesehatan sebesar Rp 1,55 triliun atau 1,3% alokasi. Ini terutama untuk Insentif Perpajakan atas Vaksin dan Alat Kesehatan, dan Penanganan Covid-19 melalui Dana Desa.

Klaster kedua yaitu perlindungan masyarakat dengan realisasi sebesar Rp 22,74 triliun atau 14,7% alokasi, khususnya untuk Program PKH, Kartu Sembako, Kartu Prakerja, BLT Desa, dan Bantuan Tunai PKLWN. Kemudian, realisasi klaster ketiga penguatan pemulihan ekonomi sebesar Rp 5,02 triliun atau 2,8% alokasi, utamanya untuk program pariwisata, pangan, subsidi/IJP UMKM, dan Insentif Perpajakan.kbc11

Bagikan artikel ini: