RI dinilai masuki fase paling awal adopsi kripto, NFT dan Metaverse

Senin, 4 April 2022 | 10:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia dinilai tengah memasuki fase discovery atau pada stage paling awal untuk mengadopsi kripto, NFT, maupun Metaverse.

Untuk itu diperlukan edukasi yang lebih komprehensif agar masyarakat lebih memahami kegunaan teknologi tersebut serta dapat terhindar dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Chief Marketing Officer Pintu, Timothius Martin mengatakan, investor aset kripto di Indonesia berada pada tipping point atau mendekati mass adoption saat jumlahnya sudah jauh melewati investor pasar modal.

"Dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini, investasi pada aset kripto sangat populer dan digemari oleh masyarakat Indonesia. Ini membuktikan masyarakat menyambut positif  instrumen investasi aset kripto  yang masih tergolong baru," katanya saat Selular Congress 2022 bertema Winning in Digital Ecosystem, dengan sub-tema "NFT, Kripto, dan Metaverse: The Next Big Things?" secara daring, Jumat (1/4/2022).

Selain Timothius Martin, hadir sebagai pembicara Direktur Utama Smartfren Merza Fachys, Chief Technology Officer Populix Jonathan Benhi, dan Ekonom Indef Nailul Huda.

Timo menambahkan, aplikasi Pintu yang  baru berdiri dua tahun sejak awal pandemi melihat memang minat investasi terhadap aset kripto sangat besar.

Dia mengatakan, aplikasi ini sangat mudah digunakan dengan berbagai fitur yang bisa dimanfaatkan, seperti user interface yang ramah, fitur dollar cost averaging (DCA) dan bisa berinvestasi mulai dari Rp 11.000.

Dia menambahkan, aplikasinya terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan menjalin kerja sama dengan kustodian ternama, seperti Coinbase, serta mengasuransikan aset guna meminimalkan risiko penyalahgunaan.

"Teknologi tetap harus diimbangi dengan proteksi, dalam hal ini kami mengapresiasi dalam hal regulasi yang dibuat oleh pemerintah yaitu Kementerian Perdagangan melalui Bappebti," katanya.

Chief Technology Officer Populix Jonathan Benhi mengatakan, hasil surveinya terhadap 1.000 responden menemukan kripto menjadi salah satu top 5 investasi.

"Dari survei tersebut dinyatakan bahwa terdapat top 5 investasi yang populer di Indonesia yaitu, emas, saham, reksa dana, cryptocurrency, dan properti," katanya.

Alasan pilihan aplikasi untuk masyarakat berinvestasi kripto di antaranya, kesederhanaan desain, aplikasi mudah digunakan, monitor harga secara real time, investasi dengan modal kecil, keamanan, transparansi dan adanya layanan call center.

Timo menambahkan, Bappebtitengah menyiapkan pembentukan bursa kripto di Indonesia yang diperkirakan akan hadir di 2022 ini.

Jika rencana ini terealisasi, bursa kripto ini akan menjadi yang pertama di dunia. kbc10

Bagikan artikel ini: