Pastikan ketersediaan pupuk, PTPN Group teken kerjasama dengan Pupuk Indonesia Holding

Jum'at, 18 Maret 2022 | 19:07 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pupuk menjadi hal yang vital dalam proses tanam tebu. Agar kesulitan petani mendapatkan pupuk bisa teratasi, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) program "Makmur" dengan PT Pupuk Indonesia Holding di kantor PTPN XI Surabaya, Jumat (18/3/2022).

Program Makmur yang sebelumnya bernama "Agro Solition" adalah program besutan Kementerian BUMN untuk menciptakan ekosistem bagi petani yang menghubungkannya dengan segala kebutuhan pertanian, termasuk ketersediaan pupuk.

Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III Holding (Persero) Mahmudi mengungkapkan bahwa untuk mencapai ketahanan pangan nasional, pemerintah telah mencanangkan program swasembada gula nasional di tahun 2024. Padahal kebutuhan gula nasional saat ini mencapai 6 juta ton per tahun, baik untuk kebutuhan industri maupun untuk konsumsi.

"Untuk gula konsumsi kebutuhannya mencapai 2,7 juta hingga 2,9 juta ton per tahun, sementara produksi kita masih diangka 2,1 juta ton per tahun. Dan program Makmur ini adalah salah satu solusi dari Pupuk Indonesia bersama perbankan untuk memfasilitasi petani agar bisa meningkatkan produktivitas tebu mereka," ungkap Mahmudi usai penandatanganan MoU antara PTPN Group bersama PT Pupuk Indonesia Holding.

Saat ini, lanjutnya, produktivitas tebu petani yang menjadi mitra PTPN Group rata-rata mencapai 5 ton tebu per hekar. Dengan ketersediaan pupuk dan ketepatan pemberian pupuk, dia berharap produktivitas tebu petani bisa meningkat menjadi sekitar 7,5 ton per hektar. "Karena ini merupakan satu permasalahan yang utama dalam produktivitas. Melalui langkah ini kita berharap bisa mencapai target swasembada gula konsumsi di tahun 2024," ujarnya.

Mahmudi menuturkan, tahun 2021 realisasi produksi gula PTPN Group mencapai 770 ribu ton per tahun, naik 10 persen dibanding tahun 2020. Pada tahun ini produksi gula PTPN Group ditarget naik menjadi 1,1 juta ton per tahun dan di 2024 naik menjadi 1,8 juta ton per tahun.

"Dan pupuk merupakan kunci dalam meningkatkan produktivitas. Kemarin saya berjumpa dengan petani tebu milenial di Prajegan, berjumpa petani milenial di Jatiroto, mereka sudah berlomba-lomba. Kalau biasanya rata-rata pemberian pupuk sekitar 1,2 ton per hektar, mereka berani memberi pupuk sampai 2,5 ton per hektar dan produktivitas tebunya di tahun ini diangka 180 ton per hektar. Begitu signifikannya peran pupuk," katanya.

Dan untuk program Makmur ini, target PTPN Group area lahan tebu yang bisa terfasilitasi mencapai 60 ribu ton dengan jumlah petani tebu sebanyak 28,5 ribu petani.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Holding (Persero) Gusrizal mengatakan bahwa Pupuk Indonesia juga berkeinginan memberikan kontribusi dalam program ketahanan pangan, sehingga prioritas pemasaran produk pupuk adalah untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri, baik untuk industri besar, perkebunan besar, perkebunan kecil dan petani.

"Dengan harga pupuk yang tinggi saat ini, maka Pupuk Indonesia memberikan harga yang lebih menarik bagi petani dengan pengawalan yang ketat. Jadi itu police-ny kita, kita tidak bisa samakan harganya dengan yang dijual di industri besar atau yang diekspor," ujar Gusrizal.

Harga pupuk Urea misalnya, untuk program Makmur mencapai sekitar Rp 9 juta per ton. Harga ini jauh dibawa harga Urea untuk ekspor yang mencapai Rp 14 juta per ton hingga 15 juta per ton dan harga untuk perkebunan besar yang mencapai sekitar Rp 10 juta per ton. Agar tidak ada kebocoran distribusi, maka penjualan menggunakan sistem digital yang sudah dikembangkan oleh Pupuk Indonesia, sehingga diketahui dengan pasti petani yang akan membelinya.

Sementara itu, Direktur PTPN XI R. Tulus Panduwidjaya mengatakan bahwa program Makmur sangat membantu karena 98 persen bahan baku tebu PTPN XI dari tebu rakyat. Sehingga ketika kebutuhan pupuk untuk tebu rakyat tersebut tercukupi dan produktivitas menjadi tinggi, maka kebutuhan bahan baku tebu giling PTPN XI tidak akan kekurangan. "Sehingga tujuan pemerintah swasembada gula nasional bisa kami lakukan," tandas Tulus.

Saat ini, kebutuhan pupuk petani mitra PTPN XI yang disupport dari program Makmur mencapai sekitar 70 persen dari total kebutuhan. Melalui program ini, ia juga berharap produktivitas tebu petani PTPN Xi bisa meningkat.kbc6

Bagikan artikel ini: