Ini harapan pelaku usaha jelang pengumuman suku bunga acuan BI

Kamis, 17 Maret 2022 | 08:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) optimis Bank Indonesia (BI) bakal tetap mempertahankan tingkat BI 7-Day Reverse Repo Rate atau BI7DRR sebesar 3,5 persen di tengah sentimen konflik Rusia-Ukraina dan kenaikan suku bunga acuan The Fed pada awal tahun ini.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Bobby Gafur Umar mengatakan, hal itu tercermin dari asumsi makro ekonomi Indonesia yang relatif kuat di tengah inflasi global sepanjang triwulan pertama tahun ini. Menurut Bobby, sentimen global seperti Perang Rusia-Ukraina tidak berdampak langsung pada kinerja industri dalam negeri.

Selain itu, Boby menambahkan kebijakan dalam negeri Indonesia relatif berhasil untuk menekan gejolak inflasi global yang kembali mendidih akibat perang di kawasan Eropa Timur tersebut. Kendati inflasi dalam negeri mulai kelihatan, dia menggarisbawahi kenaikan harga itu hanya terjadi pada komponen bahan baku industri dan konsumsi masyarakat.

"Kalau suku bunga [BI7DRR] mau naik 25 basis poin [bps] saja maksimal lah, karena inflasi belum ada memang sudah mulai kerasa minyak goreng, cabe merah, bensin itu naik harganya tetapi kenaikannya bukan karena ekonomi heating," kata Bobby seperti dikutip, Rabu (18/3/2022).

Kendati demikian, Bobby yakin pemerintah bersama dengan RDG bakal tetap mempertahankan tingkat BI7DRR di angka 3,5 persen pada awal tahun ini. Langkah itu mesti diambil untuk menjaga momentum Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang terus berada di level ekspansif sejak akhir tahun lalu.

"Menurut saya kalau kecepatan suku bunga itu dinaikkan akan ada distorsi yang cepat bagi pemulihan ekonomi karena orang kan mau berinvestasi saat ini, mesti ada kapital, kalau kapital ketarik suku bunga acuan nanti likuiditas turun," tuturnya.

Dengan demikian, dia meminta pemerintah untuk tetap menjaga konsistensi kebijakan di tengah momentum pemulihan ekonomi nasional yang belakangan dibayang-bayangi inflasi bahan baku industri dan komoditas pangan.

Sementara itu, Bank Sentral Amerika Serikat (the Fed) diperkirakan menaikan suku bunga acuan pada pertemuan FOMC pada Rabu waktu setempat. Analis Makroekonomi Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan the Fed akan menaikkan suku bunga acuan pertamanya sebesar 25 basis poin (bps).

"Hal ini dilakukan karena tekanan inflasi di AS semakin besar terlebih di tengah harga energi yang meningkat," katanya, Rabu (16/3/2022).

BI akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur pada Kamis (17/3/2022). Faiz memperkirakan, pada RDG bulan ini, BI masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,5 persen. kbc10

Bagikan artikel ini: