Pasca dilantik, ini program unggulan Ipemi Jatim

Rabu, 16 Maret 2022 | 19:26 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Jajaran Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Jawa Timur resmi dilantik oleh Ketua Umum Ipemi Pusat, Ingrid Kansil secara virtual di Surabaya, Rabu (16/3/2022). Di bawah kepemimpinan Miming Merina, sejumlah aksi sudah mereka persiapkan untuk ikut berkontribusi memacu pertumbuhan ekonomi Jatim.

Ketua Ipemi Jatim Miming Merina mengungkapkan, ada beberapa program yang menjadi konsentrasi di masa kepengurusannya pada periode 2021-2026, baik dari sisi penguatan organisasi dan keanggotaan maupun dari sisi peningkatan ekonomi Jatim secara umum.

Dari sisi organisasi, pihaknya berupaya mengembangkan perwakilan Ipemi di setiap kabupaten dan kota di seluruh Jatim. Hingga saat ini, Pengurus Daerah Ipemi hanya ada di 20 kabupaten dan kota. Ada beberapa daerah, dimana Ipemi, belum terbentuk, diantaranya Kabupaten Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Jember, Magetan, Pamekasan dan Sampang.

"Dalam waktu dekat kemungkinan seluruh Madura, karena saat ini yang sudah terbentuk hanya di Bangkalan dan Sumenep. Sedangkan jumlah anggota Ipemi Jatim mencapai 10 ribu di seluruh Jatim. Harapan kami anggota Ipemi Jatim akan terus bertambah menjadi semakin banyak," ujar Miming Merina usai pelantikan.

Agar keanggotaan dan jumlah wirausaha muslimah menjadi semakin banyak Ipemi melakukan penjaringan anak muda usia 18 tahun hingga 30 tahun untuk menjadi "Duta Muslimah Preneur". Langkah ini sebagai penguatan enterpreneur Milenial. Duta Muslimah Preneur ini akan menjadi panutan bagi anak muda agar mereka sejak muda sudah memiliki jiwa dan semangat enterpreneur.

"Kami jaring lewat kampus dan organisasi anak muda, memotivasi mereka memiliki semangat berwirausaha karena menjadi wirausaha itu bagus sekali. Menanamkan semangat tidak putus asa, tidak pantang menyerah, selalu mempunyai ide baru. Kalau anak muda sudah memilki semangat wirausaha, dia akan menjadi anak muda yang tanggung. Harapan kami di setiap kabupaten kota memiliki satu Duta Muslimah Preneur," terangnya.

Selain itu, Ipemi juga akan memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder di Jatim, mulai dari pemerintah provinsi Jatim, Kadin Jatim dan lainnya. "Kami menjalin sinergi dengan Kadin Jatim karena sejauh ini Kadin telah memposisikan dirinya menjadi pelindung bagi UMKM. Kadin memiliki program pendampingan UMKM, Rumah Kurasi dan juga Export Center Surabaya. Sementara sebagian besar anggota Ipemi adalah UMKM. Kita akan bersinergi, bersama-sama memajukan UMKM Jatim," tandasnya.

Sinergi tersebut juga sebagai komitmen Ipemi Jatim membantu anggota dan pengurus  memperluas jejaring pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri. Selian itu, dalam setiap bulan, Ipemi juga menggelar kegiatan "Gelar produk bersama" yang diikuti oleh anggota Ipemi.

"Kami kampanyekan beli produk antar teman sehingga anggota bisa saling memenuhi kebutuhan sendiri di lingkup Ipemi. Dan ini juga sebagai wujud dari aksi bela dan beli produk dalam negeri.  Ternyata ketik kita gelar produk, satu sama lain bisa saling menutupi kebutuhan. Misal hari ini saya butuh bawang goreng, nah ketika gelar produk muncul produk yang saya butuhkan tersebut," katanya.

Terkait kenaikan harga bahan pokok yang tengah berjejolak, saat ini Ipemi Jatim sedang merintis pendirian koperasi syariah. Harapannya, koperasi ini akan menjadi solusi bagi seluruh pengurus dan anggota dan muslimah secara umum untuk mendapatkan bahan kebutuhan mereka dengan harga yang murah. Ini sebagai jawaban Ipemi atas kondisi saat ini, dimana fluktuasi harga pangan pokok seperti minyak goreng yang senantiasa terjadi di pasaran.

"Kami melihat kondisi saat ini, dimana kebutuhan paham pangan dan pokok semakin melambung tinggi, maka kami bergandengan tangan, pengurus  dengan anggota Ipemi Jatim untuk dirikan koperasi syariah. Tujuannya untuk memberi kemudahan kepada anggota dan pengurus untuk mendapatkan sembako murah dan untuk mengantisipasi kenaikan bahan pokok. Dengan ketersediaan sembako di koperasi syariah ipemi Jatim minimal bisa memberikan kemudahan bagi pengurus dan anggota untuk mendapatkan sembako yg murah," ujarnya.

Menurutnya, pendirian koperasi menjadi sebuah kebutuhan yang sangat mendesak, selain untuk mengantisipasi terjadinya gejolak harga di pasar, koperasi juga berfungsi sebagai tempat anggota dan pengurus Ipemi untuk menjual produk mereka. Terlebih banyak juga anggota Ipemi yang memiliki usaha sembako dan produk serta kebutuhan lainnya. Dia menargetkan, koperasi syariah Ipemi Jatim akan mulai beroperasi di bulan April 2022.

Sedangkan solusi jangka pendek untuk menyiasati kenaikan harga minyak goreng, Ipemi mengkampanyekan aksi hemat pemakaian minyak goreng dengan membuat menu kuliner yang diolah tidak dengan minyak yang banyak. "Beberapa ide menu inovatif hemat minyak goreng dimunculkan, rasa masakan tetap enak dan bisa memenuhi kebutuhan konsumen," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Komite Tetap Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kadin Jatim Trusti Diani Henartiwi mengapresiasi Ipemi Jatim karena telah berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi Jatim khususunya melakukan pemberdayaan perempuan yang menjadi penggerak UMKM.

"Kadin sangat berkomitmen pemberdayaan UMKM melalui Rumah Kurasi, Kadin Institute dan Export Center Surabaya. Kadin Siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Ipemi Jatim, utamanya dalam meningkatkan daya saing UMKM ke tingkat global. Kami berharap Ipemi bisa merumuskan program kerja yang kuat dan mantap dalam meningkatkan kontribusi muslimah menuju kemandirian ekonomi Indonesia," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: