Masyarakat mulai melek investasi, KPF Surabaya bidik transaksi naik 200% tahun ini

Rabu, 16 Maret 2022 | 17:02 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Minat masyarakat dalam berinvestasi mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Hal itu juga didorong oleh tren proses trading secara digital oleh kaum milenial.

Kondisi ini membuat perusahaan pialang menatap prospek positif di tahun ini. PT Kontakperkasa Futures (KPF) Cabang Surabaya misalnya, optimis membukukan total volume transaksi bisa mengalami kenaikan hingga 200% dari tahun 2021.

Perusahaan ini telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Branch Manager KPF Surabaya, M. Luthfi Jundiaturridwan mengatakan, sepanjang tahun 2021, total volume transaksi naik sebesar 35% dari tahun sebelumnya, yaitu  53.488 lot. Adapun jumlah nasabah sebanyak 212 orang, naik 25% dari tahun sebelumnya. Nasabah yang terdaftar berasal dari berbagai profesi.

"Membuka tahun 2022, kinerja PT KPF mengalami kenaikan secara signifikan. Tiga bulan ini, perusahaan sudah mencatatkan total volume transaksi sebanyak 17.132 lot, dan jumlah nasabah 56 orang. Tiga bulan pertama di tahun 2021 mencatatkan volume transaksi sebanyak 13.177 lot jika dibanding dengan volume transaksi di tahun ini saja sudah bisa kita pahami bahwa kenaikan mencapai 30%," katanya pada acara media gathering di Surabaya, Rabu (16/3/2022).

Lebih lanjut, Lutfi mengakui kenaikan kinerja KPF Surabaya sebagai bukti kualitas pelayanan marketing. Sebesar 80% tenaga pialang generasi milenial menjadi nilai tambah bagi perusahaan.

Dengan kenaikan positif di aqal tahun 2022 tersebut, KPF menargetkan kinerjanya tumbuh 200 persen hingga akhir tahun ini.

Selain pemahaman masyarakat terhadap investasi trading terus meningkat, keyakinan tersebut juga didasarkan pada sejumlah potensi yang ada. Yakni perluasan target nasabah ke milenial hingga profesional.

KPF juga telah menjalankan beberapa strategi. Secara internal, semua marketing sudah melalui berbagai proses penerimaan dan pelatihan intensif.

"Dalam meningkatkan kompetensi, mereka dilatih untuk terus meningkatkan keterampilan teknis dan softskill. Perusahaan juga menekankan pelatihan marketing agar melakukan pelayanan berbasis digital. Satu di antaranya ialah mereka dilatih untuk memanfaatkan berbagai platform media sosial dalam berinteraksi dengan nasabah," ujar Lutfi.

Selain itu, KPF juga melakukan update aplikasi Trade Pro menjadi lebih mudah digunakan investor. Untuk memberikan informasi kepada investor, KPF juga memiliki KP Press yang memberikan update indikator maupun technical maupun fundamental index, komoditi maupun forex.

"Pelayanan nasabah akan tetap menjadi fokus utama. Visi perusahaan ialah memberikan edukasi, kenyamanan, dan keamanan nasabah dalam bertransaksi," tandas Lutfi didampingi Koordinator Wakil Pialang KPF Surabaya, Nurul Qalbi Bachrun.

Terkait pemberitaan mengenai beberapa afiliator yang tertangkap akibat mempromosikan investasi ilegal bukan berarti menurunkan minat masyarakat untuk berinvestasi. Bahkan hal itu menjadi pemicu KPF gencar melakukan edukasi ke masyarakat.

"Dengan adanya pemberitaan tersebut justru masyarakat semakin memahami investasi yang benar seperti itu. Dan itu peluang bagi kami," kata Lutfi.

Dia pun mengingatkan masyarakat yang akan berinvestasi trading untuk teliti dan cerdas dalam memilih jasa pialang atau broker.

Ditambahkan Lutfi, hal pertama yang harus dipastikan ialah perusahaan/orang tersebut bersifat legal. Jika ingin melakukan investasi di perdagangan berjangka, pialang bisa disebut legal bila diawasi dan terdaftar di Bappebti.

"Salah satu cara untuk menentukan dan membuktikan bahwa perusahaan legal, dilihat dari prosedur yang berjalan diperusahaan tersebut melalui tata cara penerimaan nasabah dan mekanisme transaksi," pungkas Lutfi. kbc7

Bagikan artikel ini: