Perdana, Dream Tour and Travel berangkatkan 374 jemaah umrah dari Juanda ke Madinah

Senin, 14 Maret 2022 | 18:33 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebanyak 374 jemaah umrah telah diberangkatkan oleh  PT Dream Tour and Travel langsung dari Bandar Udara Internasional Juanda menuju Madinah pada Senin (14/3/2022). Penerbangan ini menggunakan Lion Air dengan rute langsung (direct flight) Surabaya (SUB) - Madinah (MED) menggunakan armada pesawat Airbus A330 seri 300 dengan nomor penerbangan JT1100.

Pemberangkatan jemaah umrah langsung dari Juanda ke Madinah ini menjadi yang pertama dilakukan pasca penutupan Bandara Juanda untuk perjalanan umrah dan luar negeri sejak dua tahun lalu akibat pandemi Covid-19. Dan ini sesuai dengan keputusan Menteri  Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan pada Jumat (11/3/2022).

Vice Presiden Director PT Dream Tour and Travel, Muhammad Umar Bakadam menjelaskan bahwa PT Dream Tour and Travel berkomitmen untuk terus melayani jemaah haji dan umrah di seluruh Indonesia, tidak terkecuali di masa pandemi seperti saat ini. "Hari ini full ada 374 penumpang jemaah umrah dari Jatim," terang Muhammad Umar Bakadam.

Dengan dibukanya kembali Bandar Udara Juanda untuk penerbangan luar negeri dan umrah, maka jemaah akan semakin dimudahkan. Terlebih saat ini pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga sudah menghapus kewajiban tes PCR ataupun karantina selama 7-10 hari bagi jemaah yang baru datang ke Arab Saudi.

Dream Tour menargetkan akan ada dua kali penerbangan jemaah umrah dari Bandar Udara Juanda dalam satu minggu. Sedangkan secara nasional sekitar 18 kali penerbangan dalam seminggu yang sebagian besar pemberangkatan terkonsentrasi di Bandar Udara Soekarno Hatta. "Karena jemaah umrah yang menunggu pemberangkatan di seluruh Indonesia mencapai 60 ribu jemaah," kata Muhammad Umar Bakadam.

Terkait biaya yang harus ditanggung jamaah, dia mengatakan memang sedikit ada kenaikan dibanding sebelum pandemi, tetapi tidak seperti pada awal dibukanya perjalanan umrah melalui Jakarta pasca pandemi, dimana jemaah harus menanggung biaya tes PCR dan karantina selama 7-10 hari di Jakarta.

"Untuk di Arab Saudi sudah dihapus karantina dan PCR, sehingga orang yang akan umrah tidak perlu lagi karantina dan tidak perlu lagi menunjukkan hasil tes PCR untuk berangkat ke sana. Sudah sangat bebas sekali, pokoknya insyaallah makin lancar untuk jemaah umrah yang akan datang," katanya.

Seperti halnya di Arab Saudi, kebijakan karantina dan PCR di Indonesia juga ditiadakan agar jemaah umrah dan haji menjadi semakin mudah dan murah.

Sementara itu, General Manager Bandar Udara Internasional Juanda Sisyani Jaffar menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik penerbangan umrah dari Bandara Juanda. "Kami sangat bahagia karena dapat menjadi bagian dari peristiwa bersejarah, yakni penerbangan langsung umrah dari Bandara Juanda pasca sempat dihentikan karena pandemi Covid-19. Tentunya banyak jemaah yang sangat menunggu untuk dapat berangkat umrah, sehingga keberangkatan hari ini tentu sangat membahagiakan," ungkap Sisyani.

Terkait kesiapan pelaksanaan penerbangan umrah, Sisyani menjelaskan bahwa serangkaian persiapan telah dilaksanakan melalui koordinasi lintas instansi. Untuk kesiapan fasilitas di bandara, pihaknya telah menyiapkan ruang tunggu keberangkatan penerbangan domestik sebagai holding area yang mampu menampung 300 penumpang.

Menurut Sisyani, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan dan mengatur arus penumpang agar lebih mengalir. "Kondisi saat ini, seluruh penerbangan domestik beroperasi di Terminal 1, sehingga ruang tunggu keberangkatan domestik Terminal 2 dapat digunakan sebagai holding area penerbangan umrah," jelasnya.

Sisyani menjelaskan bahwa untuk penerbangan umrah, dokumen kesehatan yang harus disiapkan calon jamaah adalah Sertifikat Vaksin International Certificate Vacvination (ICV) Meningitis dan Vaksin Covid-19. Dokumen tersebut akan diperiksa di area validasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dengan pengaturan per kelompok 40 orang per agen travel. "Untuk itu kami telah mengimbau kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau agen travel untuk memastikan agar para jemaah telah memenuhi persyaratan sesuai regulasi terkait Pelaku Perjalanan Luar Negeri termasuk memastikan tiap jamaah telah memiliki aplikasi Peduli Lindungi guna kenyamanan dan ketertiban bersama," ujar Sisyani.

Sisyani menyampaikan bahwa setelah penerbangan umrah yang dilayani Lion Air, pihaknya akan kembali melayani penerbangan pada keesokan harinya, Selasa (15/3/2022) yang akan dioperasikan oleh maskapai Garuda Indonesia rute langsung Surabaya (SUB) - Madinah (MED).kbc6

Bagikan artikel ini: