Satgas Covid-19 sebut puncak Omicron terjadi 20 Februari 2022 lalu

Rabu, 9 Maret 2022 | 07:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, saat ini Indonesia telah melewati puncak Covid-19 varian Omicron yang terjadi pada 20 Februari 2022 lalu. Dan kini, kasus positif mulai menunjukkan penurunan.

"Setelah melewati puncak Omicron pada tanggal 20 Februari lalu, saat ini kasus positif Covid-19 terus menunjukkan penurunan. Karakteristik gelombang Omicron yang dialami oleh sebagian besar negara di dunia, dimana jumlah kasus cepat naik namun turun dalam waktu yang relatif singkat, hal ini ternyata juga dialami oleh Indonesia," kata Wiku saat Konferensi Pers secara virtual, Selasa (8/3/2022).

Wiku menambahkan, dalam kurun waktu kurang lebih 1 bulan kemarin, kasus Covid-19 mingguan meningkat sangat tajam menjadi hampir 400.000 kasus.

"Saat ini, hanya berselang dua minggu kita berhasil menurunkan kasus hampir setengahnya menjadi 200.000 kasus," paparnya.

"Tentunya angka ini masih tinggi dan masih menjadi tugas kita bersama untuk menurunkannya menjadi seperti sebelum puncak yang hanya berkisar 1.000 kasus dalam satu minggu," kata Wiku.

Wiku juga mengungkapkan kabar baik lainnya adalah persentase kesembuhan yang kembali mengalami peningkatan setelah sebelumnya sempat turun drastis dari 96% menjadi 86% di tanggal 20 Februari.

"Saat ini persentase kesembuhan telah meningkat menjadi hampir 90%. Peningkatan kesembuhan ini dibarengi dengan mulai turunnya angka keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 nasional selama 10 hari terakhir dari 38,79% menjadi 28,2%," papar Wiku.

Meski begitu, kata Wiku, kesiagaan menuju periode transisi dan adaptasi terus ditingkatkan dengan menambah jumlah tempat tidur. "Dan per tanggal 7 Maret 2022 jumlah tempat tidur isolasi di seluruh Indonesia mencapai lebih dari 94.000," ungkapnya.

Untuk jumlah kasus aktif nasional pada pekan terakhir, Wiku bilang memang mengalami penurunan sebesar 97.000 kasus setelah 8 pekan sebelumnya mengalami kenaikan. Tapi jika dilihat angka kasus aktif saat ini masih terbilang tinggi.

"Per tanggal 7 Maret 2022 tercatat jumlah kasus aktif sebanyak 448.273 kasus. Sehingga seluruh upaya penanganan Covid-19 harus terus dilakukan secara konsisten meskipun kasus di nasional sudah menunjukkan penurunan," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: