Kenaikan harga tempe dan tahu kerek inflasi Jatim

Rabu, 2 Maret 2022 | 06:37 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Laju Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi Jawa Timur selama Februari 2022 tercatat mencapai 0,05 persen. Besaran inflasi tersebut dipicu akibat kenaikan harga berbagai komoditas, termasuk kenaikan harga tempe dan tahu yang disebabkan adanya kenaikan harga kedelai impor.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Dadang Hardiwan mengatakan bahwa pemantauan terhadap perubahan harga pada tingkat konsumen selama bulan Februari 2022 di delapan kota IHK Jawa Timur menunjukkan adanya kenaikan harga yang cukup tinggi di sebagian komoditas yang dipantau. Hal ini mendorong terjadi kenaikan IHK sebesar 0,05 persen yaitu dari 107,75 pada bulan Januari 2022 menjadi 107,80 pada bulan Februari 2022.

“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga secara umum, yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Dari sebelas kelompok pengeluaran, tujuh kelompok mengalami inflasi, dua kelompok mengalami deflasi dan dua kelompok lainnya tidak mengalami perubahan,” ujar Dadang di Surabaya, Selasa (1/3/2022).

Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,78 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,56 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,34 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,27 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,22 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,12 persen dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,10 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,57 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,04 persen. Adapun kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan adalah kelompok pendidikan dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

“Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Februari 2022 antara lain mobil, bawang merah, kontrak rumah, sewa rumah, sabun detergen bubuk atau cair, tomat, rokok kretek filter, upah asisten rumah tangga, pengharum cucian atau pelembut, tahu mentah dan tempe.” ujarnya.

Dari delapan kota IHK di Jawa Timur selama Februari 2022, lima kota mengalami inflasi dan tiga kota mengalami deflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi yaitu Kediri sebesar 0,20 persen, kemudian diikuti Malang sebesar 0,18 persen, Jember sebesar 0,06 persen, Surabaya sebesar 0,04 persen, dan Madiun sebesar 0,03 persen. Adapun kota yang mengalami deflasi tertinggi yaitu Probolinggo sebesar 0,18 persen, diikuti Sumenep sebesar 0,16 persen, Banyuwangi sebesar 0,15 persen.

“Jika dibandingkan tingkat inflasi tahun kalender di delapan kota IHK Jawa Timur, Malang merupakan kota dengan inflasi tahun kalender tertinggi yaitu mencapai 0,70 persen, sedangkan kota yang mengalami inflasi tahun kalender terendah adalah Sumenep sebesar 0,08 persen,” lanjut Dadang.

Adapun tingkat inflasi tahun kalender 2022 sebesar 0,50 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2022 terhadap Februari 2021) sebesar 2,42 persen. Sedangkan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2021 dan 2020 masing-masing sebesar 0,53 persen dan 0,81 persen, adapun tingkat inflasi tahun ke tahun untuk Februari 2021 terhadap Februari 2020 dan Februari 2020 terhadap Februari 2019 masing-masing sebesar 1,16 persen dan 2,54 persen.

“Tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2022 terhadap Februari 2021) di delapan kota IHK Jawa Timur menunjukkan Sumenep adalah kota dengan tingkat inflasi tahun ke tahun tertinggi sebesar 2,58 persen, sedangkan yang terendah yaitu Banyuwangi sebesar 1,56 persen,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: