HPSN 2022 jadi momentum perbaikan pengelolaan sampah di Indonesia

Jum'at, 18 Februari 2022 | 15:32 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menjelang Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022 pada Senin 21 Februari 2022 mendatang, telah mengingatkan kembali kepada kita bahwa rasanya telah berpuluh-puluh tahun dibangun sebuah kesadaran publik dalam upaya pengurangan jumlah sampah.

Namun nampaknya upaya tersebut ternyata tidaklah mudah direalisasikan seperti membalikkan telapak tangan. Jangankan untuk memilah sampah, kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya juga masih cukup memprihatinkan.

Persoalan sampah masih menjadi masalah di berbagai tempat, bahkan selama periode bekerja dan belajar dari rumah terkait pandemic Covid-19, jumlah sampah ditengarai terjadi lonjakan. Perilaku tersebut dipicu adanya perilaku belanja daring/online yang menyisakan sampah dari kemasan sekali pakai yang digunakan. Belum lagi sampah medis berupa masker dan sarung tangan yang jamak digunakan selama pandemi.

Edi Priyanto, Pegiat Lingkungan dari Kampung Edukasi Sampah berpendapat bahwa sebagian masyarakat masih egois karena masih memandang sebelah mata akan persoalan sampah ini, menanggap buangan sampah yang mereka hasilkan adalah urusan tukang sampah yang telah dibayar. Bahkan kita sering melihat pemandangan yang memprihatinkan adanya buangan sampah sembarangan di pinggir jalan, pada aliran sungai, lokasi tanah kosong, bahkan tak jarang masih terlihat sampah yang dilemparkan begitu saja ke jalanan dari sebuah mobil.

"Pengelolaan sampah membutuhkan kesadaran warga. Inisiatif pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat tak hanya bermanfaat menekan jumlah sampah yang dihasilkan, sampah sendiri dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos  bagi tanaman dan demikian juga mampu memiliki nilai ekonomis. Hanya saja, untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pengetahuan dan kemauan untuk dapat mewujudkan hal tersebut," rincinya di Surabaya, Jumat (18/2/2022).

Edi kembali menambahkan bahwa masih terbatasnya partisipasi dari masyarakat Indonesia dalam melakukan pemilahan sampah, menunjukkan bahwa pengetahuan tentang pemilahan sampah masih belum dipahami dengan bair. Padahal sampah yang telah dipilah dengan baik dapat memberikan banyak manfaat demikian juga mampu menciptakan ekonomi dari pengolahan sampah itu sendiri.

Pengelolaan sampah yang tidak benar akan menjadi musibah dimasa mendatang, karena akan menyebabkan banyak masalah, diantaranya timbulnya berbagai penularan penyakit, bau yang tidak sedap, dan bahkan bisa menyebabkan terjadinya banjir.

"Cara efektif menyelesaikan masalah sampah sebenarnya dimulai dari kebiasaan memilahnya dari rumah. Sampah mestinya dipilah sejak dari rumah agar mudah untuk dilakukan pengolahan berikutnya, sampah organik bisa diolah sehingga bermanfaat menjadi kompos dan sampah anorganik menjadi bernilai ekonomis melalui manajemen bank sampah," ujar Edi.

Edi selanjutnya menegaskan bahwa ketika sampah dikelola dengan baik, maka sampah tak lagi menjadi musibah bagi manusia namun justru akan memberikan banyak manfaat, mengingat sesungguhnya manusia merupakan sumber penghasil sampah. Sampah yang kita hasilkan sebenarnya bukan untuk kita wariskan kepada anak cucu namun sampah harus dikelola agar menjadi berkah. Bentuk kepedulian bisa kita lakukan dengan aksi kecil dan nyata dengan ikut serta melakukan pemilahan dan pengolahan sampah mulai sekarang, memberi contoh mulai dari diri kita sendiri dan keluarga dan selanjutnya mengajak lingkungan kita masing-masing.

Edi Priyanto yang pada Januari 2022 lalu juga dianugerahi penghargaan sebagai pemerhati Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh Gubernur Jawa Timur merupakan seorang pegiat lingkungan dari Kampung Edukasi Sampah, sebuah lokasi yang didedikasikan oleh warganya sebagai role model sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat umum tentang pengelolaan sampah (pemilahan dan pengolahan sampah).kbc6

Bagikan artikel ini: