Layanan digital perbankan merekah, ingat risiko meningkatnya kejahatan siber

Jum'at, 18 Februari 2022 | 11:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pertumbuhan layanan digital perbankan dalam beberapa tahun terakhir, di satu sisi berdampak positif baik bagi nasabah maupun industri perbankan, namun di sisi lain kondisi itu dinilai telah memunculkan sejumlah risiko.

Menurut Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, salah satu risiko yang muncul dengan semakin berkembangnya perbankan digital adalah ancaman kejahatan siber, seperti social engineering.

Praktik kejahatan siber itu bertujuan untuk mendapatkan informasi tertentu dan skimming atau tindak pencurian informasi dengan cara menyalin informasi nasabah yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit, atau debit yang dilakukan secara illegal.

"Sebagai otoritas penjamin simpanan, kami memandang bahwa kejahatan siber perlu mendapat perhatian lebih, utamanya kepada pihak penyedia layanan perbankan perlu memastikan sistem manajemen risiko yang andal dan telah sesuai standar keamanan yang berlaku," ujar Purbaya dalam keterangannya, Kamis (17/2/2022).

"Nasabah selaku pengguna juga perlu mengetahui berbagai modus kejahatan siber agar selalu waspada dalam bertransaksi secara digital," imbuhnya.

Guna meminimalisir potensi kejahatan siber, Purbaya menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk meningkatkan awareness, terutama para nasabah, terhadap ancaman siber dan berbagai modus penipuan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya telah menerapkan berbagai langkah pengamanan sistem dan data LPS, yang bertujuan agar para penyimpan dana di perbankan merasa aman dan percaya untuk terus menyimpan dananya di perbankan.

"Selain berbagai tool standar keamanan sistem informasi seperti diantaranya antivirus, VPN, dan firewall, LPS juga telah menerapkan sistem Data Loss Prevention (DLP) untuk mencegah adanya kebocoran data," ujarnya.

Pengamanan sistem informasi di LPS menurutnya dilaksanakan dan dikelola dengan memperhatikan empat aspek keamanan informasi yaitu, ketersediaan, keutuhan, kerahasiaan, dan tidak dapat disangkal.

Ke depannya, LPS disebut akan terus memantau dan mengelola sistem pengamanan informasi tersebut agar dapat menangani berbagai risiko siber, termasuk diantaranya modus-modus terkini kejahatan siber.

Dalam rangka mendukung perkembangan bank digital, LPS juga terus menjaga kepercayaan nasabah melalui implementasi program penjaminan simpanan yang konsisten dan kredibel.

"LPS juga terus berupaya untuk mendukung stabilitas sistem keuangan dan upaya-upaya peningkatan literasi keuangan untuk mendukung suksesnya transformasi digital," ucap Purbaya. kbc10

Bagikan artikel ini: