Wamenag minta penyelenggara umrah antisipasi cegah klaster baru Covid-19

Senin, 14 Februari 2022 | 09:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau travel umrah untuk terus melakukan antisipasi penyelenggaraan ibadah umrah di tengah pandemi Covid-19 varian Omicron. Dengan demikian tidak terjadi klaster ibadah umrah.

"Jangan ada lagi stigma negatif kepada jemaah umrah kita, apalagi sampai membawa klaster baru. Masalah umrah harus kita update terus," kata Zainut, dikutip dalam laman resmi Kemenag, Senin (14/2/2022).

"Kalau tidak kita khawatir karena perkembangan dinamikanya tidak bisa kita duga, sehingga pelaku jasa travel umrah dan haji betul-betul bisa melakukan antisipasi," ujar dia.

Selain itu, Zainut mengatakan, Kemenag juga akan menampung aspirasi dan masukan dari PPIU. Masukan dan aspirasi tersebut nantinya akan disampaikan Kemenag dalam rapat bersama Menteri Agama, Komisi VIII DPR serta dalam rapat lintas kementerian.

Wamenag menyampaikan masukan dan aspirasi yang ditampung itu di antaranya menambah akses pintu keberangkatan jemaah umrah selain Bandara Soetta, keterlibatan tim Kemenag mengawal proses PCR jemaah, mempersingkat masa karantina hingga menerapkan akses satu pintu khusus jemaah umrah saat keluar dari bandara agar tidak berbaur dengan penumpang perjalanan luar negeri lainnya.

Lalu skema One Gate Policy (OGP) pemberangkatan jemaah umrah yang diinisiasi Kemenag hingga kini mendapat dukungan dari PPIU dan jemaah umrah.

"Sebab persoalan umrah di tengah pandemi ini tidak bisa diatasi oleh Kementerian Agama sendiri dan harus melibatkan banyak pihak. Masukan dari bapak ibu sekalian akan jadi bahan bagi kami untuk dicarikan solusinya," kata dia.

Wamenag juga mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi terkait pemberangkatan umrah, salah satunya dengan pelaksanaan karantina kepulangan dan layanan di Bandara Soekarno-Hatta. kbc10

Bagikan artikel ini: