Hadapi lonjakan Omicron, gelombang PHK menghantui?

Senin, 14 Februari 2022 | 08:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron saat ini, membuat Indonesia hampir memasuki puncak gelombang 3 pandemi yang diprediksikan pada akhir bulan Februari 2022 nanti.

Kondisi itu dikhawatirkan bisa saja berdampak pada perekonomian Indonesia ke depanya. Adanya risiko perlambatan ekonomi gara-gara penularan virus Corona varian Omicron dikhawatirkan memberi dampak turunan salah satunya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di beberapa perusahaan.

Lantas seberapa besar kemungkinan risiko terjadinya PHK?

Menurut Executive Director Lembaga Riset Independen dan Otonom INDEF, Tauhid Ahmad, kemungkinan terjadinya PHK ada, namun jumlahnya cukup kecil.

"Kalau dibilang tidak ada, saya kira ada. Namun, dampak dan jumlahnya tidak sebesar varian Delta kemarin, karena periodenya ini lebih singkat," ujarnya seperti dikutip, Minggu (13/02/2022).

Menurutnya, puncak Omicron sangat singkat dan implikasi penurunan omset maupun pekerjanya, tidak sebesar tahun 2021 yang lalu.

Senada dengan Tauhid, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah juga menjelaskan bahwa risiko terjadinya PHK sesungguhnya sangat kecil.

"PHK itu juga bukan pilihan yang baik. Gelombang ketiga itu kan diperkirakan berlangsung singkat. Kalaupun terpaksa dilakukan pengetatan PPKM, ya perusahaan-perusahaan tidak perlu melakukan PHK," jelasnya.

Lebih lanjut, Pitter juga menganggap apabila PHK dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang masih sehat secara finansial, itu justru termasuk hal yang merugikan.

"Biaya PHK itu besar, dan nantinya mereka harus merekrut kembali karyawan ketika pandemi sudah mereda dalam waktu singkat. Tidak ada kebutuhan untuk melakukan PHK," bebernya.

Sejak pandemi yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini, PHK merupakan salah satu dampak negatif yang sangat dalam untuk beberapa pekerja di negeri ini. Terlebih lagi dalam beberapa kasus di bisnis wisata, Hotel, dan masih banyak lagi.

Beberapa pengamat ekonomi juga justru memperkirakan bahwa puncak Omicron ini, akan menjadi awal perekonomian Indonesia untuk bangkit.

"Justru saya kira perekonomian ini akan bangkit, jadi kalau perekonomian kita bangkit. Ya, kita pastinya membutuhkan karyawan," tambah Pitter.

Sejatinya, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terkait PHK, pengusaha juga dituntut harus tetap mempersiapkan jaminan bagi seseorang yang terkena PHK.

Salah satunya dengan melakukan kebijakan yang pemerintah sudah persiapkan, yakni JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan), yang memang dikhususkan untuk orang-orang yang kehilangan pekerjaanya. kbc10

Bagikan artikel ini: