Insentif PPN rumah baru diperpanjang, industri properti diprediksi tumbuh 10%

Sabtu, 12 Februari 2022 | 07:10 WIB ET
Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida
Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida

JAKARTA, kabarbisnis.com: Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) memproyeksikan industri properti bisa tumbuh 10% pada 2022. Keyakinan itu didorong oleh perpanjangan insentif fiskal yang diberikan pemerintah berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti tahun ini.

Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida menuturkan, target itu bisa tercapai dengan catatan masalah perizinan yang berubah dari IMB (Izin Mendirikan Bangunan) menjadi PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) yang pada tahun sebelumnya menjadi kendala bisa terselesaikan untuk tahun 2022.

"Saya harapkan minimal industri properti tumbuh 10%, kalau periznannya bisa lancar, ada terobosan baru, kalau ada terobosannya, sahamnya Tbk properti akan naik," ujar Totok seperti dikutip, Kamis (10/2/2022).

Menurutnya, adanya pergantian periznan dari IMB menjadi PBG seharusnya proses izin untuk mendirikan bangunan menjadi lebih mudah. Sebab aturan diubah agar setiap proses yang sebelumnya sulit menjadi lebih mudah.

"Tapi yaitu penerapannya butuh waktu karena itu menyangkut perda (peraturan daerah), sesuatu yang menyangkut daerah, ada undang-undang yang menyangkut otonomi daerah," lanjut Totok.

Totok menjelaskan, ada beberapa syarat yang harus dilengkapi jika ingin mendapatkan insentif PPN DTP dari pemerintah, salah satunya dengan mengantongi perizinan PBG.

"Kita disuruh daftar dulu, tujuannya untuk diketahui jumlahnya sampai September, tapi dalam pendaftaran itu kan perizinannya harus lengkap, perizinan mau lengkap ini tidak bisa, karena PBG," sambungnya.

Selanjutnya Totok mengungkapkan perizinan tersebut dibatasi hanya sampai pada akhir Maret 2022. Padahal menurut Totok baru selesai didiskusikan dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mensosialisasikan PBG ke daerah, targetnya selesai pada pertengahan Maret 2022.

"Padahal hasil diskusi dengan Mendagri jelas, dia sosialisasi saja sampai 11 Maret, sampai akhir Maret pendaftarannya sudah ditutup," pungkas Totok. kbc10

Bagikan artikel ini: