Lebaran 2022 dibayangi lonjakan Omicron, IAKMI: Tergantung langkah pemerintah bulan ini

Jum'at, 11 Februari 2022 | 10:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra mengatakan, nasib mudik lebaran Idul Fitri pada Mei 2022 tergantung pada upaya pemerintah dalam menekan lonjakan kasus virus corona (Covid-19) sepanjang Februari ini.

Menurut Hermawan, jika pemerintah berhasil menekan penyebaran Covid-19 dalam tiga pekan ke depan, lonjakan kasus berakhir pada awal Maret. Dengan demikian kasus melandai hingga April 2022.

Namun, jika sepanjang Februari ini lonjakan kasus tak terkendali, puncak gelombang tiga bisa mundur hingga April. Situasi ini bakal mempengaruhi aktivitas mudik Lebaran.

"Kalau dia mundur ke April itu berbahaya, akan menjadi polemik dan isu sensitif masyarakat terkait larangan mudik itu," kata Hermawan seperti dikutip, Kamis (10/2/2022).

Hermawan menyadari larangan mudik akan memicu protes masyarakat. Namun, menurutnya, pemerintah tak boleh mengabaikan dampak mobilitas warga besar-besaran yang berpotensi tinggi membuat lonjakan baru.

Agar kondisi itu tidak terjadi, Hermawan kembali mewanti-wanti pemerintah untuk terus memperkuat upaya surveilans dan juga mengontrol mobilitas masyarakat yang saat ini sudah menyerupai kondisi sebelum pandemi.

"Imbauan dan kampanye bahwa di rumah lebih baik daripada mudik tetap dilakukan. Nah, kalau kita ingat, di 2020 dulu kan betul-betul melarang mudik, bahkan ada sanksi bagi ASN. Tapi kebijakan itu bisa ditiadakan kalau di bulan ini sudah terkendali secara lapangan," ujarnya.

Di sisi lain, Hermawan mengingatkan pemerintah untuk berani mengevaluasi kembali pelaksanaan PPKM jika lonjakan melampaui tambahan kasus pada Juli lalu yang mencapai 56 ribu lebih.

Dia pun mengimbau masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan, mulai memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas. Masyarakat yang belum menerima vaksin Covid-19 segera divaksinasi.

"Karena penyelesaian pandemi ini bukan hanya beban pemerintah, melainkan masyarakat juga harus bisa diajak kerjasama. Kesadaran perlu ditumbuhkan, seperti kalau mudik pakai masker di rumah, dan tidak kemana-mana," ujar Hermawan.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 sebelumnya mengonfirmasi ada peluang pemerintah tidak mengeluarkan larangan mudik Idulfitri apabila jumlah penyebaran kasus virus corona di Indonesia mulai kondusif dan terkendali sepanjang Maret-April nanti.

Kabid Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander K. Ginting menambahkan, nantinya aturan setiap daerah tetap akan mengikuti level pada regulasi PPKM yang berlaku. kbc10

Bagikan artikel ini: