TikTok uji fitur cegah konten dewasa ditonton anak remaja

Kamis, 10 Februari 2022 | 14:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Platform konten video pendek asal China, TikTok, dikabarkan tengah melakukan uji fitur baru, yaitu pembatasan usia untuk para penggunanya.

Dilansir dari Reuters, Rabu (9/2/2022), tujuan fitur pembatasan usia ini supaya TikTok bisa memunculkan konten yang relevan ketika diakses oleh pengguna.

Sejauh ini, TikTok menguji fitur pembatasan usia dalam skala kecil dan baru sampai tahap mengukur efektivitas pembatasan konten bermuatan dewasa kepada para pengguna yang masih berusia remaja.

TikTok menyadari, kini memiliki pengguna remaja paling aktif dan banyak secara global, jadi pembatasan usia diperlukan agar konten-konten yang ada tidak serta merta diterima mentah-mentah oleh para penggunanya.

Anak usaha dari perusahaan ByteDance itu menjelaskan, standar pembatasan konten yang mengacu pada usia ini mengikuti standar yang sekarang sudah diterapkan untuk film, acara TV, dan juga gim.

TikTok berharap, pengguna bisa lebih aman saat berada di ruang digital sesuai dengan kapasitas dan usianya.

Sementara itu, beberapa waktu terakhir media sosial secara global mendapatkan sorotan atas berbagai masalah keamanan, khususnya yang menyangkut generasi muda yang secara rentang usia tercakup dalam Generasi Z dan Generasi Alpha.

Misalnya, Meta dikecam oleh Parlemen AS karena rencana anehnya menyiapkan Instagram untuk anak- anak. Padahal efek instagram pada kesehatan mental pengguna remaja saja masih dipertanyakan.

TikTok juga sempat mendapat perhatian lebih karena beberapa kreator kontennya membuat konten pola perilaku makan yang tidak sehat.

Oleh karena itu, kini industri media sosial berlomba- lomba menghadirkan pembatasan dan regulasi yang lebih ketat khususnya untuk generasi muda, sehingga pengguna media sosial bisa menggunakan layanannya dengan lebih nyaman dan aman. kbc10

Bagikan artikel ini: