Gaungkan Presidensi G20, KSP dorong ASN jadi komunikator

Minggu, 6 Februari 2022 | 05:46 WIB ET

Jakarta - Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Juri Ardiantoro, menjelaskan bahwa strategi untuk membumikan narasi G20 dan glorifikasi kegiatan tersebut adalah kolaborasi kuat antara seluruh aparat sipil negara (ASN), mesin dan cabang birokrasi pemerintah dengan masyarakat menjadi sangat penting.

“Kita punya lebih dari 30 Kementerian/Lembaga, 34 Provinsi, 514 Kab/Kota, belum lagi banyaknya Kecamatan, Kelurahan dan Desa di Indonesia. Bisa dibayangkan berapa banyak ASN dan aparat pemerintah yang bisa kita dorong menjadi komunikator untuk menyampaikan glorifikasi isu G20 dan membangun ‘demam’ G20,” kata Juri, Sabtu (5/2). 

Hal ini Ia sampaikan dalam acara Webinar “Kick Off Setneg Mantul Road to G20” yang diadakan oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) bersama Bakohumas (Badan Koordinasi Kehumasan) Pemerintah. Acara yang digelar secara hybrid ini juga turut dihadiri oleh beberapa Kementerian/Lembaga terkait dan lebih dari 300 peserta.

Saat menjadi pembicara kunci dalam kegiatan tersebut, Juri menegaskan saat ini Pemerintah Pusat mendorong Pemerintah Daerah hingga Desa dan Kelurahan untuk mengkomunikasikan isu G20 dalam berbagai hal. 

“Kita perlu memberikan pesan ke masyarakat bahwa Indonesia adalah negara yang kuat dan punya banyak modal untuk bisa bertahan dalam menghadapi masalah. Selain itu, kita harus menunjukkan bahwa Indonesia sedang memainkan peranan penting dalam pergaulan internasional,” lanjutnya.

Deputi IV KSP ini juga berharap agar G20 mampu menjadi legacy pemerintahan Jokowi - Ma’ruf Amin dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja baik pemerintah.

Terkait hal tersebut, KSP pun aktif berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kemensesneg dalam mengintegrasikan narasi untuk diseminasi informasi terkait penyelenggaraan Presidensi G20.

“Di kalangan masyarakat berkembang persepsi publik bahwa G20 itu isu elitis yang tidak terjangkau bagi masyarakat. Ini tantangan bagi kita untuk membumikan isu G20 agar mudah dipahami, sehingga ini menjadi isu bersama milik masyarakat, milik akar rumput,” imbuh Sekretaris Kemensesneg, Setya Utama. 

Bagikan artikel ini: