Bidik pendapatan Rp1,6 triliun di 2022, ini strategi Perumnas

Jum'at, 28 Januari 2022 | 07:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang konstruksi Perum Perumnas menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,6 triliun di 2022. Perusahaan juga menargetkan adanya perluasan pasar untuk mengakselerasi target tersebut.

Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro menargetkan di 2022, Perumnas mengoptimalkan peran dalam pembangunan rumah tapak dan susun untuk masyarakat. Baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dan kerja sama dengan Kementerian, BUMN, Perbankan maupun institusi lainnya.

Perumnas juga akan fokus pada penyelesaian inventory dan proyeksi penjualan sebanyak 5.734 unit atau meningkat 110 persen dari tahun sebelumnya dengan target pendapatan di tahun ini sebesar Rp1,6 triliun.

Melalui ragam proyek hunian yang saat ini dipasarkan Perumnas, seperti proyek Hunian yang terintegrasi sarana publik atau TOD (Transit Oriented Development). Kemudian teknologi rumah precast dan penyediaan fasilitas hunian yang tentu memperhatikan kebutuhan milenial, Perumnas siap mencaplok pasar yang lebih luas lagi di tahun 2022.

"Kami siap menjangkau pasar yang lebih luas di tahun ini dan mendukung kebijakan pemerintah dalam kepemilikan hunian masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan yang tentunya akan memberikan efek berganda (multiplier effect) ke depannya," kata Budi seperti dikutip, Kamis (27/1/2022).

Budi menyebut, telah melakukan pertemuan bersama Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, untuk terus meningkatkan pembangunan hunian layak bagi masyarakat melalui Program Sejuta Rumah (PSR). Ke depannya akan diwujudkan satu lokasi pilot project untuk kawasan perumahan dan permukiman yang terintegrasi dan tertata dengan baik.

Dalam hal ini, Kementerian PUPR akan memberikan dukungan kepada Perumnas terkait prasarana, sarana dan utilitas, drainase, jalan akses serta instalasi air bersih.

"Perum Perumnas juga siap melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR yang berwenang menetapkan kebijakan di bidang pembangunan infrastruktur dan perumahan," tutur Budi. kbc10

Bagikan artikel ini: