Meski kasus Omicron meningkat, pemerintah tetap gelar pembelajaran tatap muka

Selasa, 25 Januari 2022 | 15:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, meski kasus Covid-19 varian Omicron meningkat, penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah tetap berjalan.

Saat ini, harian Covid-19 varian Omicron di Indonesia juga meningkat dan pencapaian vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun di beberapa daerah masih belum merata.

"Pembelajaran tatap muka sampai hari ini tetap dilaksanakan. Jadi kita tidak ada rencana untuk menghentikan sekolah tatap muka," katanya dalam keterangan pers virtual, Senin (24/1/2022).

Koordinator Penanganan PPKM wilayah Jawa dan Bali tersebut mengungkapkan, pemerintah baru akan mengubah penerapan pembelajaran tatap muka jika kondisi pandemi semakin mamburuk.

"Kalau ada hal-hal yang luar biasa akan diambil keputusan tersendiri," kata dia.

Luhut mengatakan, saat ini angka reproduksi efektif Covid-19 di Jawa sudah mencapai 1 dan Bali sudah lebih dari 1. Berkaca dari kasus di Afrika Selatan, pemerintah memperkirakan kasus Covid-19 akan terus meningkat.

Namun Luhut menyebut tingkat kematian aktual di DKI Jakarta lebih rendah dari proyeksi yang lakukan pemerintah dengan menggunakan trayektori Afrika Selatan.

"Menurut kami, tingkat vaksinasi yang lebih tinggi dibandingkan Afrika Selatan menjadi faktor pembeda," ujarnya.

Untuk itu, sambung Luhut, tingkat vaksinasi umum dan lansia di Jawa-Bali terus ditingkatkan. Ia menyebutkan, hingga saat ini, vaksinasi Covid-19 dosis pertama bagi masyarakat mencapai 91 persen. Sementara, dosis pertama untuk lansia mencapai 75 persen.

"Tingkat vaksinasi dosis pertama anak di Jawa dan Bali telah mencapai 69 persen dan dosis kedua juga sudah mulai meningkat," kata Luhut. kbc10

Bagikan artikel ini: