Gasifikasi batu bara, Jokowi: Tekan impor LPG hingga Rp7 triliun per tahun

Senin, 24 Januari 2022 | 18:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan.

Jokowi berharap, proyek gasifikasi batu bara ini bisa mengurangi subsidi Liquifed Petroleum Gas (LPG) dari APBN yang mencapai Rp 7 triliun per tahun. "Kalau semua LPG nanti disetop, dan semua nanti pindah ke DME, duitnya gede sekali hingga Rp 60-70 triliun, itu akan bisa dikurangi subsidinya dari APBN," kata Presiden dikutip dari YouTube Setpres, Senin (24/1/2022).

Kepala Negara juga mengatakan bahwa perintah untuk memulai perintah hilirisasi batu bara sudah disampaikannya sejak 6 tahun lalu. Namun, baru terealisasi pada tahun ini.

Sementara itu, agar sampai ke tangan masyarakat dengan harga terjangkau, pemerintah harus memberikan subsidi yang nilainya juga sangat besar. Alhasil, dengan keberadaan proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di Sumsel ini diharapkan bisa mereduksi subsidi pemerintah tersebut.

Adapun, proyek gasifikasi batu bara ini dibangun oleh PT Pertamina (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang bekerjasama dengan dan Air Products & Chemical Inc (APCI). Proyek ini juga masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan mendatangkan investasi asing dari APCI sebesar US$2,1 miliar atau setara Rp 30 triliun.

Dengan utilisasi 6 juta ton batu bara per tahun, proyek ini dapat menghasilkan 1,4 juta DME per tahun untuk mengurangi impor LPG 1 juta ton per tahun.Selain itu, proyek ini juga akan membuka lapangan pekerjaan secara langsung hingga belasa ribu diluar yang tidak langsung yakni hingga puluhan ribu lapangan pekerjaan.kbc11

Bagikan artikel ini: