Omicron masih merebak, BI prediksi ekonomi global tumbuh 4,4 persen di 2022

Jum'at, 21 Januari 2022 | 07:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski jumlah kasus Covid-19 khususnya varian Omicron masih merebak khususnya di benua Eropa, namun Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pemulihan ekonomi global akan tetap berlanjut, seiring dengan tekanan inflasi yang tinggi, dan percepatan normalisasi kebijakan moneter di beberapa bank sentral.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, pemulihan tersebut diprakirakan akan berlangsung lebih seimbang. Yakni tidak hanya bertumpu pada Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, namun juga disertai dengan perbaikan ekonomi Eropa, Jepang, dan India.

Terlebih lagi, perbaikan yang terus berlangsung dikonfirmasi oleh kinerja sejumlah indikator pada Desember 2021 antara lain Purchasing Managers' Index (PMI), keyakinan konsumen, dan penjualan ritel yang tetap kuat.

"Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi global tetap berlanjut hingga mencapai 4,4 persen pada 2022," kata Perry dalam konferensi pers, Kamis (20/1/2022).

Perry juga mengungkapkan, volume perdagangan dan harga komoditas dunia saat ini masih terus mengalami peningkatan, sehingga menopang prospek ekspor negara berkembang.

Meski demikian, Bank Indonesia melihat adanya ancaman ketidakpastian pasar keuangan global yang masih berlanjut sejalan dengan percepatan kebijakan normalisasi the Fed sebagai respons tekanan inflasi di AS yang meningkat sejalan dengan gangguan rantai pasok dan kenaikan permintaan, serta tingginya penyebaran Covid-19 varian Omicron.

"Hal tersebut mengakibatkan terbatasnya aliran modal dan tekanan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia," pungkas Perry. kbc10

Bagikan artikel ini: