Targetkan PLTN beroperasi di 2049, RI upayakan kerja sama internasional

Senin, 17 Januari 2022 | 19:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan Indonesia mampu melakukan penyediaan listrik dengan tenaga nuklir di tahun 2049. Bukan hanya mengandalkan pembangkit listrik dari energi terbarukan, rencana ini sebagai salah cara merealisir target netral karbon di tahun 2060.

Dirjen Energi Baru Terbaruka dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (EBTKE) Dadan Kusdiana mengatakan, pemerintah punya target membangun kerjasama internasional terkait dengan studi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tahun ini. Setelah di tahun sebelumnya telah dilakukan pendataan terhadap beberapa vendor PLTN, khususnya skala kecil termasuk dengan teknologinya.

"Target untuk PLTN komersial bangun sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) adalah kerjasama internasional, studi pengembangan PLTN," kata Dadan dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (17/1/2021).

Dadan menjelaskan, saat ini sudah terbit Keputusan Menteri ESDM untuk pembentukan tim penyusun kelembagaan pembangkit listrik tenaga nuklir. Mengenai studi, menurutnya, yang menjadi sektor pemimpin adalah Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Meski demikian, ESDM juga turut terlibat khususnya Litbang di mana kajian di lakukan di Bangka Belitung dan Kalimantan. Namun sampai saat ini belum ada penunjukan lokasi pembangunan PLTN itu. "Tapi belum ada penunjukan lokasi. Terkait dengan investasi juga variasi tergantung kelas pembangkit dan teknologi yang digunakan," paparnya.

Dadan menjelaskan, beberapa pihak menyampaikan jika ongkos produksi listrik dari PLTN cukup menarik. Mulai dari US$9-10 sen per kilowatt hour (kWh), dan bahkan ada yang angkanya di kisaran US$7 sen hingga di bawahnya per kWh.

"Ini kajian sampai ke pemerintah, dari sisi harga sebenarnya sudah mulai menarik. Tapi dari pemerintah sesuai regulasi sekarang kajian ini harus terbukti, sudah ada contoh secara komersial," jelasnya.

"Sesuai RPJMN di tahun 2021 telah dilakukan pendataan terhadap beberapa vendor khususnya PLTN skala kecil termasuk dengan teknologinya, dan ini sejalan dengan target yang ada di RPJMN," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: