AirAsia berniat ganti nama, ini jadinya

Senin, 17 Januari 2022 | 07:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: AirAsia Group berencana mengubah nama menjadi Capital A Bhd. dan telah diajukan oleh perseroan ke Bursa Malaysia.

"Nanti jika disetujui pemegang saham akan berlaku sejak tanggal dikeluarkannya pemberitahuan pendaftaran nama baru oleh CCM kepada perusahaan," ujar Group Chief Executive Officer Tan Sri Tony Fernandes, dilansir dari the star, Minggu (16/1/2022).

AirAsia Group mengatakan, nama yang diusulkan telah disetujui oleh Komisi Perusahaan Malaysia (the Companies Commission of Malaysia/CCM) dan telah dipesan oleh perseroan pada 28 Desember 2021 lalu.

Group chief executive officer Tan Sri Tony Fernandes mengatakan Bursa Malaysia pada 13 Januari telah menolak banding AAGB yang berusaha untuk memperpanjang periode keringanan 18 bulan agar tidak diklasifikasikan sebagai perusahaan PN17 yang berakhir pada 7 Januari 2022.

Tony Fernandes mengatakan, Air Asia Grup telah melakukan berbagai latihan penggalangan dana untuk meningkatkan posisi likuiditasnya, sambil meletakkan dasar yang kuat untuk tidak hanya bertahan tetapi juga pulih dari dampak pandemi yang lebih kuat dari sebelumnya dalam waktu dekat.

Sebagai catatan, perseroan telah menyelesaikan rights issue pada pekan lalu dengan mengumpulkan dana 974,5 juta Ringgit Malaysia sebagai Langkah rights issue untuk mendukung strategi perseroan.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M Panjaitan mengatakan penghentian perdagangan saham CMPP karena telah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

"Untuk harga saham CMPP memang naik kencang hingga sebesar 110% atau 275 poin dalam kurun waktu lima hari perdagangan. Jika pada 6 Januari 2022 saham CMPP masih berada di Rp250 per saham, kini sudah mejeng di Rp525 per saham," ujar Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M Panjaitan.

Pada kuartal III-2021, grup AirAsia mengalami rugi inti 676,9 juta Ringgit Malaysia dibandingkan dengan periode sama tahun lalu 867,4 juta Ringgit Malaysia.

Selama sembilan bulan pertama 2021, rugi inti perseroan menjadi 2 miliar Ringgit Malaysia dari 2020 sebesar 2,6 miliar Ringgit Malaysia. kbc10

Bagikan artikel ini: