Luhut: Hanya yang sudah 2 kali vaksinasi boleh beraktivitas di tempat publik

Senin, 17 Januari 2022 | 07:33 WIB ET
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk menekan laju kasus Covid-19. Hal ini menyusul angka harian Covid-19 yang tembus 1.054 kasus pada Sabtu (15/1/2022).

"Dengan terjadinya peningkatan kasus menyentuh angka 1.000 kasus per hari, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk membendung terjadinya keparahan lebih dalam yang disebabkan varian ini," katanya dalam keterangan persnya, Minggu (16/1/2022).

Salah satunya dengan melakukan akselerasi vaksin booster bagi seluruh masyarakat, utamanya yang tinggal di Jabodetabek.

Selain itu, juga penegakan protokol kesehatan yang dilakukan lebih masif untuk menahan laju penyebaran kasus. Luhut mengatakan, persyaratan masuk ke tempat publik akan diperketat.

"Hanya yang sudah vaksinasi dua kali dapat beraktivitas di tempat publik. Saya ulang hanya yang sudah vaksinasi dua kali dapat beraktivitas di tempat publik. Oleh karena itu teman-teman yang masih ada berapa juta orang belum vaksinasi dua kali di Jawa Bali supaya segera melakukan ini," katanya.

Tak hanya itu, pemerintah menyatakan perkantoran atau perusahaan tak perlu memberlakukan sistem kerja dari kantor atau work from office (WFO) 100 persen jika tidak diperlukan.

"Kami imbau kalau di kantor tidak perlu 100 persen yang hadir, ya tidak usah 100 persen yang hadir, jadi diatur saja, bisa lihat situasi," ujar Luhut.

"Apakah dibuat 75 persen, untuk dua minggu ke depan, itu saya kira bisa dilakukan asesmen oleh kantor masing masing," imbuhnya.

Untuk diketahui, sejumlah negara lain seperti Inggris dan Afrika Selatan telah berhasil melewati puncak kasus omicron, dan beberapa negara lainnya tampak sudah mengalami pelandaian kasus. Namun Indonesia kemungkinan besar baru akan menghadapi fase puncak, sehingga pemerintah perlu bersiap-siap.

"Berdasarkan berbagai data yang telah kami amati dan berangkat dari trajectory kasus Covid-19 di Afrika Selatan, Puncak gelombang Omicron diperkirakan akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret ini," jelas Luhut.

"Pemerintah akan melakukan berbagai langkah mitigasi agar peningkatan kasus yang terjadi lebih landai dibandingkan dengan negara lain, sehingga tidak membebani sistem kesehatan Indonesia," imbuhnya.

Selain menyorot wilayah perkantoran, pemerintah juga akan melakukan penegakan protokol kesehatan yang lebih ketat serta berupaya mengakselerasi vaksinasi.

Seperti salah satunya memperbolehkan aktivitas di ruang publik hanya bagi mereka yang telah mendapatkan vaksin dua dosis. kbc10

Bagikan artikel ini: