Pemerintah patok kuota impor daging tahun ini sebesar 266.065 ton

Jum'at, 14 Januari 2022 | 10:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah telah menetapkan impor daging tahun 2022 sebesar 266.065 ton. Kuota impor tersebut telah dihitung berdasarkan neraca perkiraan produksi dan kebutuhan saat ini. Angka tersebut diklaim telah mengalami penurunan bila dibandingkan tahun sebelumnya.

"Terlihat ini realisasinya nantinya akan sekitar 266.000 ton ini yang sudah kemarin dihitung bersama dengan Kemenko Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan beberapa kementerian terkait," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Makmun saat webinar, Kamis (13/1/2022).

Berdasarkan perhitungan pemerintah, produksi daging tahun 2022 sebanyak 436.704 ton. Angka tersebut ditambah dengan stok awal sebanyak 62.485 ton.

Sementara itu, kebutuhan daging pada tahun 2022 sebesar 706.388 ton ditambah target stok akhir 58.866 ton. Total kebutuhan tersebut menghitung konsumsi sebanyak 2,57 kilogram (kg) per kapita per tahun.

Meski begitu, Makmun bilang, angka impor daging Indonesia terus mengalami penurunan. Pasalnya setiap tahunnya Indonesia berhasil meningkatkan produksi daging dalam negeri.

"Naik 4,07% konsumsi per kapita, pertumbuhan penduduknya juga naik, kemudian terjadi juga penurunan impornya. Ini kan artinya pergerakan di dalam negeri terus bertumbuh," terang Makmun.

Berdasarkan data Kementan, pada tahun 2021 produksi daging sebanyak 423.443 ton. Sementara itu kebutuhan daging sebanyak 669.731 ton.

Sehingga impor daging pada tahun 2021 lalu sebanyak 284.277 ton. Angka tersebut terdiri dari impor sapi bakalan sebanyak 383.665 ekor, daging kerbau india 79.996 ton, daging sapi 114.846 ton, dan daging sapi Brasil 15.890 ton. kbc10

Bagikan artikel ini: