Pengenaan pajak LCGC 3%, Gaikindo sebut harga mobil akan disesuaikan

Rabu, 12 Januari 2022 | 16:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan jika pemerintah resmi mengenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 3% terhadap low cost green car (LCGC), maka agen pemegang merk (APM) akan menaikkan harga sesuai dengan aturan.

Sebagai informasi, PP No 74 Tahun 2021, mengatakan bahwa mobil LCGC akan dikenakan PPnBM sebesar 3% atau tak lagi memperoleh keistimewaan PPnBM 0%. Sejatinya, pengenaan PPnBM terhadap LCGC diberlakukan per 16 Oktober 2021 lalu.

Hanya saja,  karena ada Keputusan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No 1737 Tahun 2021, mobil LCGC masih termasuk dalam daftar penerima insentif PPnBM 100%. Dengan begitu, harga mobil LCGC masih sama seperti sebelumnya hingga Desember 2021.

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto menambahkan, kenaikan harga tersebut dinilai tidak signifikan dan masih akan ditentukan oleh masing-masing APM. "Pada umumnya pembelian kendaraan bermotor masih secara leasing atau kredit, sehingga kenaikan cicilannya pun tidak terlalu besar jika nanti terjadi," tuturnya seperti dikutip, Selasa (11/1/2022).

Jongkie melanjutkan, pangsa pasar mobil LCGC di Indonesia menempati porsi rata-rata 20% dari total penjualan mobil nasional. Adapun target penjualan mobil LCGC berada di posisi sekitar 200.000 unit per tahunnya.

Sementara itu, mengutip data Gaikindo tahun 2021, penjualan mobil LCGC secara nasional berada di level 133.258 unit di periode Januari - November 2021. Angka tersebut lebih tinggi 27,33% (yoy) dibandingkan penjualan mobil LCGC di periode Januari - November 2020 sebesar 104.650 unit.

Untuk diketahui, pemerintah telah menerbitkan aturan baru terkait penggunaan pajak PPnBM di awal tahun 2022. Pengaturan pajak baru itu tercantum dalam regulasi baru berrnama Low Carbon Emission Vehicle.

Aturan ini diterbitkan berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021. Sesuai dengan namanya, aturan ini membahas soal kendaraan dengan gas buang (emisi) yang rendah.

Dikutip dari situs Kementerian Perindustrian, aturan ini membahas beberapa kategori mobil rendah emisi seperti mobil KBH2 (LCGC), hybrid, plug-in hybrid, flexi engine, dan hidrogen (HCEV).

Tetapi berdasarkan aturan ini, mobil LCGC tak akan lagi mendapatkan pajak 0 persen. LCGC kini hanya bisa menikmati pajak PPnBM 3 persen saja.

Ini pun merevisi aturan sebelumnya yakni Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 di mana mobil lCGC kena potongan pajak hingga 15 persen. Namun, adanya Permenperin 36/2021 ini juga mengubah harga mobil LCGC jadi lebih mahal.

Di aturan sebelumnya yakni Permenperin 33/2013, batas tertinggi nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) mobil LCGC maksimal hanya Rp95 juta.

Dengan adanya aturan baru ini, harga NJKB mobil LCGC bisa mencapai Rp135 juta. Ini tercantum dalam pasal 4E Permenperin 36/2021 yang berbunyi:

"Menggunakan besaran harga jual paling tinggi Rp135 juta. Berdasarkan lokasi kantor pusat Agen Pemegang Merk (APM)," tulis aturan tersebut. kbc10

Bagikan artikel ini: