Larangan dihentikan, pemerintah akhirnya buka ekspor batu bara bertahap

Selasa, 11 Januari 2022 | 07:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah akhirnya memperbolehkan perusahaan batu bara untuk melakukan ekspor. Belasan kapal yang sudah bermuatan diverifikasi dan dibolehkan beroperasional pada Selasa (10/1/2022) hari ini.

Larangan ekspor sejatinya berlaku mulai 1 Januari hingga 31 Januari 2022, namun akhirnya tidak sampai dengan tanggal yang ditentukan, pemerintah kembali mengizinkan ekspor.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ekspor batu bara secara bertahap akan dibuka. Dia mengatakan mulai Senin malam hingga Rabu (10-12/1/2022), bagi perusahaan batubara yang sudah memenuhi ketentuan DMO maka diperbolehkan ekspor.

"Kita buka secara bertahap. Malam ini ada belasan kapal yang sudah siap berangkat, sedang kita verifikasi kelengkapan, kita cek DMO-nya. Kalau oke, besok pagi dia boleh berangkat," ujar Luhut, Senin (10/1/2022) malam.

Luhut menjelaskan, untuk pembukaan secara bebas baru akan dilakukan per Rabu (12/1/2022) secara bertahap. Hal ini sesuai dengan kepatuhan para perusahaana batubara atas aturan DMO.

Luhut juga mengatakan, ke depan tidak ada lagi skema Domestic Market Obligation (DMO) yang berlaku. Nantinya PLN akan membeli batu bara sesuai dengan harga pasar.

"Jadi nanti PLN beli sesuai market place. Tapi gap harga itu antara 70 dolar AS dengan harga market akan dibayar melalui BLU yang dibentuk dari perusahaan batu bara. Jadi semua perusahaan batu bara punya kewajiban sama untuk subsidi tadi," ujar Luhut.

Hal ini dilakukan agar tidak lagi terjadi defisit pasokan batubara dan menganggu stabilitas pasar. "Tidak ada lagi mekanisme pasar terganggu," tambah Luhut.

Untuk diketahui, sebelumnya krisis pasokan energi untuk Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terjadi berulang-ulang membuat pemerintah berpikir ulang.

Pelarangan ekspor batubara bila dilakukan dalam jangka waktu lama tentunya akan merugikan sendiri.

Karenanya tata niaga batubara saat ini sedang dievaluasi, termasuk yang diperuntukkan bagi PLN.

Salah satu langkah yang bakal dilakukan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal mengubah skema domestic market obligation (DMO).

"Dalam rapat bersama disepakati bahwa Menteri ESDM akan mengeluarkan perubahan DMO, yang bisa direview per bulan. Bagi perusahaan yang tidak menepati sesuai kontrak, maka akan kena penalti, bahkan izinnya akan dicabut," ungkap Menteri BUMN Erick Thohir pekan lalu.

Berdasarkan informasi yang beredar, Kementerian ESDM tengah menyiapkan kebijakan DMO, untuk mengakhiri kisruh yang terjadi belakangan ini akibat kebijakan larangan ekspor batubara selama sebulan (1-31 Januari 2022).

Pemerintah sendiri akan mengizinkan ekspor bagi produsen batubara yang sudah memenuhi 76%-100% dari target DMO.

Akan tetapi, bagi produsen yang memasok batubara ke PLN masih di bawah 75% target DMO, maka izin ekspornya ditangguhkan hingga 31 Januari 2022.

Bahkan, bagi produsen dengan pasokan 0%-25% target DMO, serta tidak menunjukkan kemajuan hingga 31 Januari 2022, pemerintah akan mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang bersangkutan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia siap mengikuti aturan pemerintah. "Kami siap untuk review pemenuhan DMO setiap bulan," ungkap dia.

Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo), Anggawira bilang, sampai saat ini pihaknya belum menerima surat terbaru tentang kebijakan ekspor.

Dia memastikan saat ini puluhan perusahaan batubara sudah memenuhi ketentuan DMO. Oleh karena itu, Aspebindo berharap pemerintah mencabut larangan ekspor batubara untuk menghindari dispute di antara para pihak.

Sementara itu diketahui ada tiga negara yang memprotes dan meminta keran ekspor batu bara Indonesia dibuka kembali. Ketiganya adalah Jepang, Korea Selatan, dan Filipina.

Filipina yang juga mengimpor batubara dari Indonesia merasa dirugikan dengan kebijakan tersebut.

Berhentinya pasokan batubara bisa menyebabkan energi listri di negara tersebut bakal berhenti. kbc10

Bagikan artikel ini: