Pembiayaan kendaraan bermotor diprediksi ngegas di tahun ini

Senin, 10 Januari 2022 | 16:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pelaku industri perbankan meyakini pembiayaan kendaraan bermotor masih akan terus melaju. Hal ini mendorong perbankan memasang target pembiayaan lebih tinggi di tahun ini.

Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk. misalnya, menargetkan pembiayaan otomotif senilai Rp 1 triliun di 2022. Nilai itu meningkat 23,45% yoy dari realisasi tahun lalu yakni Rp 810 miliar.

Berbagai strategi telah dipersiapkan untuk mencapai target. Salah satunya, dengan pengembangan pembiayaan otomotif dilakukan secara tidak langsung melalui kemitraan dengan multifinance dengan skema joint financing.

"Selain itu, kami juga fokus untuk mendukung program SDGs (Sustainable Development Goals), melalui pembiayaan kendaraan berbasis listrik," kata Direktur Syariah Banking CIMB, Niaga Pandji P. Djajanegara, Minggu (9/1/2022).

Tak mau kalah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menargetkan pencairan BSI OTO tumbuh diatas 200% dari tahun 2021. Wakil Direktur Utama 1 BSI Ngatari mengatakan, industri pengolahan termasuk otomotif berpotensi akan terus mengalami kenaikan seiring pemulihan ekonomi di 2022.

"Faktor khusus pendorong kenaikan tersebut antara lain dukungan pemerintah khususnya berupa DP 0%, insentif PPnBM berbasis emisi dan infrastruktur pengisian listrik," kata Ngatari.

Selain itu, didukung perpanjangan diskon PPnBM dan  pemulihan aktivitas ekonomi seiring terkendalinya kasus Covid-19 serta meningkatkan kepercayaan konsumen. Hal ini akan mendorong penjualan kendaraan bermotor.

Beberapa strategi yang telah disiapkan seperti penerapan tarif yang kompetitif melalui BSI OTO Special Price 2022, nasabah dikenakan margin mulai 2,39% flat untuk tenor 3 tahun. Kemudian meningkatkan kolaborasi dengan multifinance untuk meningkatkan pangsa pasar.

Di 2022, PT Bank Mandiri Tbk juga optimis kredit kendaraan bermotor (KKB) bisa tumbuh baik seiring peningkatan mobilitas masyarakat dan juga peluncuran produk-produk baru yang dilakukan produsen mobil.

EVP Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan, pencairan baru kredit otomotif bisa mencapai Rp 22 triliun tahun ini. Dengan baki debet atau outstanding KKB meningkat jadi Rp 33 triliun dari proyeksi Rp 31,2 triliun di 2021.

Hingga November 2021, penyaluran KKB bank mencapai Rp 19 triliun atau meningkat 58,3% dari tahun 2020. Namun, baki debet perseroan baru meningkat sekitar 2% menjadi Rp 30,9 triliun karena di saat yang sama pembayaran kredit juga naik.

Untuk mendorong kredit di sektor ini, beberapa strategi telah dipersiapkan Bank Mandiri. Di antaranya dengan mendorong pameran online yang dilakukan anak usaha multifinance seperti PT Mandiri Utama Finance (MUF) dan Mandiri Tunas Finance (MTF). kbc10

Bagikan artikel ini: