Pemerintah siapkan OP minyak goreng murah Rp14.000 selama enam bulan

Rabu, 5 Januari 2022 | 18:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnia.com: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa penyediaan minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp 14.000 per liter di tingkat konsumen, akan disiapkan hingga enam bulan ke depan dan bisa diperpanjang.

Hal itu disampaikan pada konferensi pers virtual kebijakan pemerintah Terkait dengan Harga Minyak Goreng di Jakarta, Rabu (5/1/2022).

Kebijakan tersebut menyusul naiknya harga minyak goreng sejak libur Natal 2021 dan tahun baru 2022. Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada rapat kabinet paripurna akhir Desember lalu mengarahkan adanya penyediaan minyak goreng dengan harga terjangkau.

"Ini [harganya] di tingkat konsumen, dan berlaku di seluruh Indonesia. Penyediaan ini akan disiapkan untuk enam bulan ke depan dan akan dievaluasi di bulan Mei dan dapat diperpanjang," terang Airlangga yang didampingi oleh Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurrachman dan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi.

Adapun, besaran volume minyak goreng yang disediakan pemerintah adalah 1,2 miliar liter selama enam bulan. Untuk itu, Airlangga menyebut dibutuhkan anggaran sebesar Rp 3,6 triliun untuk menutup selisih harga dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Setidaknya sebanyak 70 produsen minyak goreng dan 225 packer akan dilibatkan.

Nantinya, penyediaan dan pembayaran kebutuhan anggaran selama enam bulan tersebut akan dilaksanakan oleh BPDPKS. "Termasuk pembayaran PPN, mempersiapkan perjanjian kerja sama dengan [perkebunan kelapa sawit], dan penetapan surveyor independen," tambah Airlangga.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati nantinya ditugaskan untuk tata cara pemungutan dan setoran PPN atas selisih harga dengan mengikuti aturan dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu). Lalu, terkait dengan regulasi, Mendag Lutfi ditugaskan untuk menyiapkan kebijakan dan aturan harga eceran tertinggi (HET).

Lutfi kembali menjelaskan pihaknya juga masih melakukan operasi pasar hingga saat ini untuk 11 juta liter di 47.000 gerai pasar modern. "Hari ini sudah mencapai 4 juta Pak Menko, dan 7 juta on going. Sore hari ini kita akan rapat untuk ramp up untuk hasil rapat kita sore ini. Rencananya, akan menunjuk dulu lima industri yang siap dengan kemasannya. Mudah-mudahan produksi akan segera berlangsung, tidak akan lebih lama dari awal minggu depan. Mudah-mudahan akhir minggu ini sudah mulai," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: