KAI layani tes PCR seharga Rp195 ribu di 18 stasiun KA

Rabu, 29 Desember 2021 | 14:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Setelah rapid test antigen, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI kali ini menghadirkan layanan tes PCR di 18 stasiun. Layanan yang berlaku mulai 23 Desember 2021 ini dipatok dengan tarif terjangkau, yakni Rp 195 ribu guna menunjang fasilitas skrining Covid-19 bagi penumpang.

Adapun stasiun yang telah melayani tes PCR antara lain Stasiun Gambir, Pasarsenen, Bandung, Kiaracondong, Cirebon, Cirebon Prujukan, Jatibarang, Babakan, Semarang Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Lempuyangan, Solobalapan, Madiun, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Malang, dan Jember. Nantinya jumlah stasiun yang melayani tes PCR ini terus bertambah.

VP PR KAI, Joni Martinus mengatakan pihaknya dalam menjalankan operasional kereta api konsisten mengikuti semua ketentuan dari pemerintah. Hal ini dalam rangka melayani konektivitas masyarakat, serta berkomitmen melindungi pelanggan agar merasa aman saat menggunakan transportasi kereta api.

"Hadirnya layanan PCR di stasiun adalah salah satu upaya KAI memberikan peningkatan pelayanan kepada pelanggan khususnya untuk memenuhi persyaratan perjalanan bagi anak usia di bawah 12 tahun di masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021-2022 sesuai dengan terbitnya Surat Edaran terbaru dari Kementerian Perhubungan No. 112 Tahun 2021," kata Joni dalam keterangan tertulis, Selasa (28/12/2021).

Dia menjelaskan, untuk dapat melakukan tes PCR di stasiun, calon pelanggan harus menunjukkan kartu identitas beserta tiket atau kode booking kereta api jarak jauh yang sudah dibayarkan. Nantinya, hasil tes PCR akan keluar dalam waktu maksimal 1x24 jam setelah pengambilan sampel. Hasil tersebut akan dikirim melalui email pelanggan, serta sudah terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi. Adapun masa berlaku dari hasil PCR ini adalah 3×24 jam dari pengambilan sampel.

Selain menyediakan layanan PCR, menurut Joni, KAI juga melayani rapid tes antigen dengan harga yang terjangkau yaitu Rp 45 ribu yang tersedia di 82 stasiun. Dikatakannya selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021-2022, layanan skrining antigen untuk pelanggan dengan usia di atas 12 tahun dengan masa berlaku 1x24 jam dari pengambilan sampel.

Selain harus menunjukkan hasil negatif PCR dan antigen, Joni menyebut pelanggan yang akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api jarak jauh di masa Nataru juga harus memenuhi syarat telah melakukan vaksinasi. Per 24 Desember 2021, penumpang dengan usia 12 sampai dengan 17 tahun harus sudah vaksin minimal dosis pertama dan usia di atas 17 tahun harus sudah vaksin dosis lengkap (telah vaksin dosis kedua).

Guna mempermudah masyarakat, Joni mengatakan pihaknya juga sudah menyediakan layanan vaksinasi Covid-19 di berbagai stasiun secara gratis mulai 3 Juli 2021 lalu. Selain sebagai syarat perjalanan, layanan vaksin ini juga dalam rangka membentuk herd immunity serta mendukung program pemerintah dalam percepatan program vaksinasi di Indonesia.

Dijelaskannya, untuk mengetahui informasi terkait jadwal pelayanan tes PCR di stasiun, vaksin, rapid test antigen, dan syarat naik KA pada masa pandemi, masyarakat dapat menghubungi Customer Service Stasiun atau Contact Center KAI.

Dia berharap fasilitas serta layanan tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal. Serta masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan secara disiplin pada saat menggunakan layanan kereta api guna mencegah penyebaran Covid-19 melalui transportasi kereta api.

"KAI akan terus melakukan inovasi di berbagai aspek pelayanan demi mewujudkan visi perusahaan yang Melayani Lebih Cepat dan Lebih Baik dengan menyediakan berbagai fasilitas layanan berbasis digital yang memberikan berbagai kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: