Rencana penghapusan BBM subsidi, Pertamina pastikan Pertalite masih ada di pasar

Rabu, 29 Desember 2021 | 10:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah berencana menghapus bahan bakar minyak (BBM) subsidi khususnya jenis Premium di tahun depan. Alasannya adalah karena Indonesia saat ini sedang menuju energi hijau.

Menurut Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, hal ini juga terkait dengan perubahan iklim yaitu mengurangi emisi karbon. Siti Nurbaya menjelaskan untuk kebijakan terkait kehutanan sudah terkonsolidasi dengan baik selama 7 tahun terakhir.

"Kita mengalami masa-masa yang sulit pada 2014-2015, termasuk sampai 2017 dalam interaksi kita dengan internasional," jelas dia di kantor Wapres, Selasa (28/12/2021).

Siti Nurbaya menjelaskan, saat ini penurunan emisi dari kehutanan sudah di atas 400 juta ton. Sekarang pemerintah mengharapkan ada penurunan emisi karbon yang lebih besar dan targetnya 800 juta ton.

"Kita ingin kurangi emisi karbon yang lebih besar lagi. Karena yang besar berikutnya adalah dari sektor energi, dari segala aspek mulai dari bahan bakar untuk transportasi sampai listrik yang penggunaannya paling besar," jelas dia.

Menurut dia, ada program dekarbonisasi PLN dan pengendalian untuk energi bagi keperluan perumahan sampai transportasi.

Saat ini memang Pertamina bersama BUMN terkait tengah berkoordinasi dengan Menteri BUMN untuk agenda dekarbonisasi. "Jadi ada kaitannya ke sana, saya kira secara praktik pemangku penanggung jawabnya adalah sektor energi, sedang kita konsolidasikan itu," jelas dia.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menegaskan, saat ini belum ada kebijakan penghapusan BBM Pertalite. Pertalite masih akan dijual di pasaran.

Nicke mengatakan, pemerintah memang tengah mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan, yang mana adalah BBM yang beroktan di atas 91.

"Satu adalah ketentuan dari ibu Menteri LHK 2017 ada ketentuan mengurangi karbon emisi maka direkomendasikan agar BBM yang dijual itu adalah minimum (oktan) 91," tutur Nicke di Istana Wakil Presiden, Selasa (28/12/2021).

Diketahui, saat ini BBM yang dijual Pertamina yang beroktan di bawah 91 adalah Premium (88) dan Pertalite (90).

Dikatakan Nicke, Pertamina sudah mendorong masyarakat untuk menggunakan BBM yang beroktan lebih tinggi, melalui program Langit Biru. Hasilnya, ada transisi konsumsi dari Premium ke Pertalite.

"Nah Tahapan berikutnya itu seperti apa? Kami pun akan mendorong masyarakat untuk menggunakan yang lebih baik lagi. Supaya tadi, sesuai dengan ketentuan minimum 91 kemudian lari ke Pertamax," tuturnya.

Meski begitu, dia memastikan untuk saat ini tidak ada kebijakan untuk menghapuskan Pertalite dari pasaran.

"Jadi Pertalite ini masih ada di pasar, jadi silahkan, tapi kami mendorong agar menggunakan yang lebih baik yaitu Pertamax supaya kita bisa memberikan kontribusi terhadap penurunan karbon emisi di Indonesia," tuturnya.

Namun untuk saat ini Nicke memastikan BBM jenis Pertalite tak akan dihapus meski hanya beroktan 90. "Tetapi tidak ada kebijakan hari ini yang untuk menghapuskan Pertalite. Itu tidak ada," tegasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: